Waktu dan Cara Tanam dalam Budi Daya Cabai

Waktu dan Cara Tanam dalam Budi Daya Cabai

Penentuan waktu tanam didasarkan pada musim dan kebutuhan pasar: Indonesia mengalami dua musim dalam satu tahun, yaitu musim hujan dan kemarau. Keadaan cuaca pada kedua musim tersebut berpengaruh terhadap perkembangan organisme pengganggu tanaman, yaitu hama dan patogen.

Pada musim hujan, perkembangan patogen (cendawan dan bakteri) penyebab penyakit tanaman sangat cepat sehingga intensitas serangan penyakit sangat tinggi. Pada musim kemarau, perkembangan hama sangat tinggi sehingga serangan hama dan penyakit yang dibawa hama (seperti keriting akibat virus) sangat tinggi. Selain faktor iklim, waktu tanam juga memperhatikan permintaan konsumen. Saat hari besar keagamaan, seperti lebaran, permintaan cabai lebih tinggi daripada hari biasa.

Waktu tanam yang baik untuk lahan kering adalah akhir musim hujan (Maret-April). Agar diperoleh harga cabai yang tinggi, penanaman bisa juga dilakukan bulan Oktober dan panen bulan Desember, walaupun risiko gagal panen lebih tinggi.

Berikut cara penanaman bibit cabai di lahan.

  1. Pilih waktu tanam yang tepat berdasarkan informasi pasar dan agroklimat. Waktu pindah tanam sebaiknya pagi hari sebelum pukul 9.00 atau sore hari setelah pukul 15.30 untuk menghindari tanaman stres. Hindari menanam pada siang hari.
  2. Lakukan seleksi bibit. Gunakan bibit yang telah berumur 5-6 MST (minggu setelah tanam) atau memiliki 6 helai daun, dalam keadaan sehat, normal, dan vigor.
  3. Cabut bibit dengan hati-hati dari tray semai yang media semainya cukup kering. Jika disemai di polibag, ambil polibag berisi bibit, lalu balikkan dengan pangkal batang bibit yang dijepit oleh jari telunjuk dan jari tengah. Tepuk bagian dasar polibag secara perlahan dan hati-hati agar bibit keluar bersama akar dan medianya. Usahakan media tanam tidak terbongkar agar akar tidak rusak.
  4. Siram lubang tanam sebelum penanaman dan tugal sedalam 10 cm. Tanam bibit di lubang tersebut dan padatkan dengan ujung jari.
  5. Siram lubang yang telah ditanam bibit dengan larutan fungisida (misalnya Antracol atau Dithane dengan konsentrasi 1 g/L) untuk mencegah serangan cendawan. Berikan juga insektisida Furadan 3G secukupnya. Selain itu, berikan larutan pupuk daun Gandasil 2 g/L sebanyak 250 ml per tanaman. (ms/ry/rd)

 

Sumber: Buku “Budidaya Cabai Panen Setiap Hari”

Penulis: Prof. Dr. Ir. Muhamad Syukur, SP, MSi, Dr. Rahmi Yunianti, SP, MSi dan Rahmansyah Dermawan, SP, MSi

 

Sebelumnya: Pengaturan Jarak Tanam

Selanjutnya: Pengajiran Tanaman Cabai

Selangkapnya: Panduan Budi Daya Cabai

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *