Varietas Cabai Keriting dan Cabai Rawit Unggul

Varietas Cabai Keriting dan Cabai Rawit Unggul

Varietas Cabai Keriting Unggul

Cabai keriting merupakan tipe cabai favorit yang banyak ditanam oleh para petani. Selain harganya yang lebih tinggi, cabai keriting umumnya memiliki daya simpan yang lebih lama sehingga dapat bertahan lama saat dijual. Beberapa varietas cabai keriting yang cocok di lahan luas, greenhouse, dan pekarangan, yaitu varietas PM 999, Lado F1, dan Pesona IPB. Varietas cabai keriting lain yang sudah dirilis oleh Menteri Pertanian dapat juga ditanam di lahan luas dan pekarangan.

a. Varietas cabai keriting PM 999

Varietas hibrida PM 999 yang sebelumnya bernama TM 999 merupakan varietas hibrida introduksi dari Korea. Varietas cabai keriting hibrida ini memiliki pertumbuhan yang sangat kuat dan kokoh. Pembungaannya berlangsung terus menerus sehingga dapat dipanen dalam jangka waktu yang relatif panjang. Tanaman kompak, arsitekturnya baik dan seragam, serta ukuran buah yang relatif stabil. Ukuran buahnya 12,5 cm x 0,8 cm dengan berat buah 5-6 g. Buahnya padat, berbiji banyak, dan berdaya simpan relatif lama. Rasanya sangat pedas serta cocok untuk digiling dan dikeringkan. Potensi produktivitasnya tinggi yaitu 0,8-1,2 kg.

b. Varietas cabai keriting hibrida Lado F1

Varietas ini sering disebut keriting hibrida all season (semua musim) karena memiliki kecocokan untuk ditanam pada segala musim serta di berbagai ketinggian yang berbeda. Tinggi tanaman varietas ini 90-100 cm. Umur panen pertamanya adalah 115-120 hari setelah tanam. Warna buah masak merah tua dengan ukuran panjang mencapai 18 cm dan diameter 0,9 cm. Produktivitasnya dapat mencapai 1,2 kg per tanaman dengan potensi hasil sekitar 20 ton/Hektare.

c. Varietas cabai keriting Yuni IPB

Keunggulan varietas ini adalah produktivitas tinggi dengan potensi hasil 1 kg/tanaman. Produktivitas ini jauh lebih tingi dibandingkan dengan potensi varietas bersari bebas yaitu 500 g/tanaman. Varietas ini termasuk bersari bebas sehingga harga benihnya relatif murah dibandingkan varietas hibrida, namun produktivitasnya mirip dengan hibrida. Cabai Yuni IPB merupakan cabai keriting yang ukuran buahnya sangat panjang dan umur panen genjah. Varietas ini dapat beradaptasi baik di dataran rendah.

Varietas Cabai Rawit Unggul

Meskipun tak setenai cabai keriting dan cabai besar, cabai rawit memiliki pangsa pasar tersendiri. Ada dua spesies cabai rawit yaitu Capsicum annumm L. dan Capsicum frutescens. Beberapa varietas cabai rawit yang cocok di lahan luas maupun pekarangan yaitu Pelita, Bara, dan Taruna. Varietas cabai rawit lain yang sudah dirilis oleh Menteri Pertanian dapat juga digunakan di lahan luas maupun pekarangan.

a. Varietas cabai rawit hibrida Pelita

Varietas ini cocok ditanam di dataran rendah hingga dataran tinggi. Tinggi tanaman mencapai 70 cm. Umur panen pertama adalah 100 HST. Buah muda berwarna hijau. Rasa buahnya sangat pedas. Panjang buah 4 cm dan diameternya 0,7 cm. Potensi produktivitasnya yaitu 0,7 kg/tanaman. Varietas ini toleran terhadap penyakit layu bakteri.

b. Varietas cabai rawit Bara

Varietas ini termasuk spesies Capsicum anuum L. Varietas Bara cocok ditanam di dataran rendah hingga dataran tinggi. Tinggi tanaman 55 cm. Umur panen pertama 100 HST. Buah mudanya berwarna hijau muda. Rasa buahnya sangat pedas. Panjang buah 4 cm dan diameter 0,7  cm. Potensi produktivitas yaitu 0,5 kg/tanaman. Tanaman ini toleran  terhadap penyakit layu bakteri.

c. Varietas cabai rawit Taruna

Varietas ini termasuk spesies Capsicum frutescens. Taruna cocok ditanam di dataran rendah hingga dataran tinggi. Tinggi tanamannya 100 cm. Umur panen pertama adalah 130 HST. Buah mudanya berwarna putih gading. Rasa buahnya aromatic. Panjang buah 4 cm dan diameter buah 1,1 cm. Potensi produktivitasnya yaitu 0,5 kg/tanaman. (ms/ry/rd)

 

Sumber: Buku “Budidaya Cabai Panen Setiap Hari”

Penulis: Prof. Dr. Ir. Muhamad Syukur, SP, MSi, Dr. Rahmi Yunianti, SP, MSi dan Rahmansyah Dermawan, SP, MSi

 

Sebelumnya: Varietas Cabai Keriting Unggul

Selanjutnya: Produksi Benih Hibrida Sendiri

Selangkapnya: Panduan Budi Daya Cabai

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *