Urgensi Pelatihan Pertanian untuk Kedinasan

Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 30/Permentan/OT.140/2/2014 Bab 1 bagian Pendahuluan menyebutkan bahwa tuntutan masyarakat terhadap pelayanan prima dalam segala aspek pembangunan perlu diimbangi dengan reformasi birokrasi pemerintahan. Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai pelaku sentral dalam birokrasi tersebut dituntut untuk memiliki kompetensi, handal, kreatif, inovatif, dan berwawasan global serta memiliki integritas yang tinggi dan budaya melayani secara profesional, sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

Pelayanan masyarakat yang efektif dan efisien akan terwujud apabila PNS dalam melaksanakan tugasnya selalu berorientasi kepada kepuasan masyarakat yang didasarkan pada aturan, sistem dan prosedur kerja yang jelas, serta sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola kepemerintahan yang baik.

Salah satu upaya untuk memenuhi tuntutan tersebut, pemerintah mulai tahun 2014 akan mendorong setiap PNS mengikuti diklat guna mencapai standar kompetensi yang dibutuhkan. Melalui diklat ini setiap PNS mempunyai kesempatan untuk melakukan pengayaan dan penyegaran ilmu pengetahuan dan teknologi guna mewujudkan peningkatan pelayanan pada masyarakat. Sebagai konsekuensi dari kebijakan ini, volume penyelenggaraan diklat pada lembaga penyelenggaraan diklat akan meningkat pada masa mendatang.

Keberhasilan penyelenggaraan diklat ditopang oleh 4 (empat) komponen utama, yaitu kelembagaan, ketenagaan, program dan sarana prasarana. Widyaiswara sebagai komponen utama ketenagaan diklat memiliki tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk mendidik, mengajar dan/atau melatih Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanian pada Lembaga Diklat. Seiring dengan itu, Widyaiswara dituntut untuk memiliki kecepatan, kepekaan dan kreativitas dalam mengembangkan kompetensinya, tidak saja kompetensi keilmuan (substantif), akan tetapi juga kompetensi pengelolaan pembelajaran, kepribadian, dan sosial.

Terwujudnya penguasaan keempat kompetensi tersebut akan meningkatkan profesionalisme seorang Widyaiswara, dalam mendidik, mengajar dan/atau melatih SDM Pertanian, Widyaiswara selain sebagai sumber referensi melalui keaktifannya menyampaikan gagasan atau pemikiran baru, serta memfasilitasi pemecahan masalah yang umum dihadapi oleh masyarakat, khususnya petani.

Menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 14 Tahun 2009 tugas pokok Widyaiswara yaitu mendidik, mengajar dan/atau melatih Pegawai Negeri Sipil pada lembaga diklat pemerintah masing-masing. Di samping itu, Widyaiswara juga dapat mendidik, mengajar dan/atau melatih non PNS sepanjang menjadi tugas dan fungsi lembaga diklat pemerintah yang bersangkutan.

Bab III Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 30/Permentan/OT.140/2/2014 membahas mengenai Pengembangan Kompetensi Widyaiswara. Pengembangan kompetensi diarahkan untuk memenuhi standar kompetensi yang wajib dimiliki sehingga mampu melaksanakan tugas, fungsi, tanggung jawab dan wewenang Widyaiswara. Pengembangan kompetensi ini ditempuh melalui berbagai kegiatan antara lain: diklat, magang, workshop, lokakarya, forum widyaiswara/temu profesi, kajiwidya, penulisan KTI, studi banding, bedah buku, dan seminar.

Guna memenuhi standar kompetensi dasar Widyaiswara sebagaimana dipersyaratkan dalam Peraturan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Nomor 171/PER/SM.140/J/11/2011 Tahun 2011 tentang Tatacara Penetapan Spesialisasi dan Kompetensi Teknis Widyaiswara pada UPT Pelatihan Pertanian Pusat, Widyaiswara lingkup Kementerian Pertanian yang baru diangkat untuk pertama kali berkewajiban mengikuti: a) Diklat Metodologi Pelatihan Pertanian; b)Diklat Metodologi Penyuluhan Pertanian; dan c) Diklat Kewirausahaan Agribisnis.

Daqu Agrotechno sebagai salah satu lembaga otonom Daarul Qur’an yang bergerak di bidang pertanian dan perkebunan, siap bekerja sama dengan dinas pemerintah untuk melakukan pelatihan pertanian. Pelatihan meliputi Pelatihan Budidaya Jamur Tiram, Pelatihan Hidroponik dan Pelatihan Pertanian Terpadu. Tempat pelatihan di kawasan Puncak.

Peserta sedang berlatih memanen jamur tiram. FOTO DAQU AGROTECH

Peserta sedang berlatih memanen jamur tiram. FOTO DAQU AGROTECHNO

 

Instruktur sedang memberikan pengarahan kepada para peserta pelatihan budidaya jamur tiram. FOTO DAQU AGROTECH

Instruktur sedang memberikan pengarahan kepada para peserta pelatihan budidaya jamur tiram. FOTO DAQU AGROTECHNO

 

Suasana pelatihan hidroponik. FOTO DAQU AGROTECHNO

Suasana pelatihan hidroponik. FOTO DAQU AGROTECHNO

 

Kawasan Pelatihan Pertanian Terpadu. FOTO DAQU AGROTECHNO

Kawasan Pelatihan Pertanian Terpadu. FOTO DAQU AGROTECHNO

 

Bagi yang berminat mengikuti pelatihan bisa langsung menghubungi kami:

DAQU AGROTECHNO. Jalan Kreshna Nomor 56, Bantarjati, Bogor, Jawa Barat 16152.

 

Telepon, SMS/WA: 0822-9889-1144

 

(rm)

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *