Uji untuk Mengetahui Kontaminasi pada Jamur Tiram

Uji untuk Mengetahui Kontaminasi pada Jamur Tiram

Kontaminasi pada jamur dapat diketahui melalui uji fisik maupun mikrobiologis.

a. Uji fisik/lapangan

Caranya dengan melihat tampak fisik kultur dan bibit jamur sebagai berikut.

  1. Lihat warna miselium. Miselium jamur tiram berwarna putih, berbentuk hifa benang-benang halus, kumpulan benang-benang hifa membentuk massa miselium seperti kapas. Warna miselium jamur tiram putih dan seragam, tidak ada bercak-bercak warna lain.
  2. Lihat adanya bentuk pertumbuhan lain. Tidak ada penampakan massa seperti lendir atau seperti tepung, atau massa miselium berwarna lain. Massa seperti lendir atau seperti tepung menunjukkan adanya kontaminasi bakteri dan jamur satu sel. Massa miselium berwarna lain menunjukkan kontaminasi jamur lain.
  3. Lihat adanya hambatan pertumbuhan. Pertumbuhan miselium merata. Tidak ada bagian tertentu yang pertumbuhannya terhambat. Mikroorganisme ada yang menghasilkan antibiotik sehingga pertumbuhan mikroba dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan miselium jamur tiram.

b. Uji mikrobiologis

Prinsipnya adalah menumbuhkan mikroba pada media untuk pertumbuhan jamur dan bakteri. Tekniknya sebagai berikut.

Inokulasi cara titik

  1. Media MEA/PDA yang telah dicairkan dituangkan ke dalam petridish steril dan tunggu sampai padat.
  2. Ambil satu ose miselium atau satu ose bibit jamur dan letakan di tengah permukaan media agar, lalu tutup.
  3. Inkubasikan selama 3-5 hari, miselium yang tumbuh diamati cirinya.
  4. Miselium jamur tiram berwarna putih dengan bentuk seperti kapas halus. Selain bentuk itu, merupakan kontaminan.

Cara ini dilakukan untuk mengetahui adanya kontaminan, terutama dari jenis jamur lain yang tidak diinginkan.

Inokulasi cara taburan

  1. Ambil satu ose miselium atau satu ose bibit jamur, masukan ke dalam air steril dalam tabung reaksi, lalu kocok.
  2. Ambil satu ose suspensi miselium/bibit jamur dan teteskan ke dalam beberapa cawan petri steril.
  3. Tuang media MEA/PDA yang telah dicairkan ke dalam cawan petri, goyangkan sampai media rata, lalu tutup dan tunggu sampai padat.
  4. Pada cawan petri lain, tuang media nutrien agar (NA) yang telah dicairkan ke dalam cawan petri, goyangkan sampai media rata, lalu tutup dan tunggu sampai padat.
  5. Inkubasikan sampai lima hari. Amati pada hari ke-2 – 3 adanya pertumbuhan bakteri, dan hari ke-3 – 5 pertumbuhan jamur.
  6. Adanya pertumbuhan bakteri pada media NA dan jamur pada media MEA/PDA yang mempunyai ciri berbeda dengan miselium jamur tiram, menunjukkan macam kontaminan yang terdapat dalam kultur atau bibit jamur.

Cara ini untuk mengetahui jenis dan jumlah kontaminan, baik dari jenis bakteri maupun jamur lain. Bila dikombinasikan dengan teknik pengenceran, dapat digunakan untuk menghitung populasi kontaminan. Komposisi media nutrien agar (NA) adalah nutrien broth 8 gram dan agar 15 g per liter air.

Inokulasi cara goresan

  1. Tuang media MEA/PDA yang telah dicairkan ke dalam cawan petri, tunggu sampai padat.
  2. Pada cawan petri lain, tuang media nutrien agar (NA) yang telah dicairkan ke dalam cawan petri, dan tunggu sampai padat.
  3. Ambil satu ose miselium atau satu ose bibit jamur, goreskan beberapa goresan di permukaan media agar yang sudah memadat secara hati-hati, lalu tutup.
  4. Inkubasi sampai 5 hari. Amati pada hari ke-2 – 3 adanya pertumbuhan bakteri, dan hari ke-3 – 5 pertumbuhan jamur.
  5. Adanya pertumbuhan bakteri pada media NA dan jamur pada media MEA/PDA yang mempunyai ciri berbeda dengan miselium jamur tiram, menujukkan macam kontaminan yang terdapat dalam kultur atau bibit jamur.

Cara ini bisa untuk mengetahui macam dan jumlah jenis kontaminan, tetapi tidak bisa digunakan untuk menghitung populasi kontaminan. (ss)

Anda berminat untuk mengikuti pelatihan budidaya jamur tiram? Silahkan hubungi 0822-9889-1144 untuk informasi lebih lanjut ?

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *