Uji Daya Tumbuh Kultur dan Bibit

Uji Daya Tumbuh Kultur dan Bibit

Uji daya tumbuh kultur dan bibit dapat dilakukan secara fisik, mikrobiologis, serta enzimatis.

a. Uji fisik/lapangan

Pertumbuhan miselium pada media tanam terutama pada media lignoselulosa dilihat ciri fisiknya setiap hari setelah inkubasi. Ciri fisik yang dilihat pada tempat memasukkan bibit sebagai berikut.

  1. Terdapatnya embun pada wadah media tanam.
  2. Adanya pemucatan warna media tanam.
  3. Adanya pertumbuhan miselium berwarna putih.

Tanda-tanda adanya pertumbuhan tersebut seharusnya telah muncul pada hari ke-2 – 3 setelah penanaman bibit. Apabila belum muncul tanda-tanda tersebut sampai hari ke-5 – 7, dapat disimpulkan bahwa daya hidup (viabilitas) bibit jamur tersebut rendah.

b. Uji mikrobiologis

Prinsipnya adalah menumbuhkan miselium kultur atau bibit jamur pada media dengan sumber karbon berupa selulosa atau dapat diganti dengan kertas saring yang dipotong-potong halus kemudian di-grinder. Cara pengujiannya sebagai berikut.

  1. Buat media mineral yang diberi bubuk selulosa, lalu sterilkan.
  2. Tuang media ke dalam cawan petri steril, tunggu sampai padat.
  3. Ambil satu ose miselium kultur murni atau satu ose bibit jamur, letakkan secara aseptis di permukaan media, lalu tutup.
  4. Inkubasikan dan amati pertumbuhan miselium, catat waktu inkubasi yang diperlukan untuk mulai tumbuhnya miselium.
  5. Ukur diameter miselium yang tumbuh setelah diinkubasi 3-7 hari.

Tabel 1 Komposisi media mineral selulosa

Mineral

Komposisi

NaNO3

2,0 g

KCl

0,5 g

MgSO4.7H2O

0,5 g

K2HPO4

1,0 g

FeSO4.7H2O

0,01 g

Selulosa

10,0 g

Aquades

1,0 L

Semakin cepat pertumbuhan miselium dan semakin lebar diameternya pertanda semakin tinggi daya hidup (viabilitas) jamur.

c. Uji viabilitas secara enzimatis

Prinsipnya adalah membuktikan adanya aktivitas enzim perombak lignoselulosa yang dihasilkan oleh miselium jamur. Caranya sebagai berikut.

  1. Buat media agar asam tanat (AAT 0,05%) atau media agar asam galat (AAG 0,05%), lalu disterilkan.
  2. Tuang media ke dalam petridish steril, tunggu sampai padat.
  3. Ambil satu ose miselium kultur murni atau satu ose bibit jamur, letakkan secara aseptis di permukaan media, lalu tutup.
  4. Inkubasikan selama tujuh hari, ukur pertumbuhan miselium dan amati perubahan warna media menjadi kecokelatan.

Perubahan warna media (pencokelatan di sekeliling koloni miselium) menunjukkan adanya proses oksidasi, yang diakibatkan oleh enzim oksidase ekstraseluler yang dikeluarkan oleh miselium jamur. Proses oksidasi ekstraseluler merupakan proses perombakan lignoselulosa secara enzimatis. Kemampuan merombak lignoselulosa merupakan faktor penentu viabilitas kultur miselium maupun bibit jamur. (ss)

Anda berminat untuk mengikuti pelatihan budidaya jamur tiram? Silahkan hubungi 0822-9889-1144 untuk informasi lebih lanjut ?

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *