Tidak Ada Kontaminan pada Bibit Jamur

Tidak Ada Kontaminan pada Bibit Jamur

Hal lain yang harus diperhatikan untuk mendapatkan bibit jamur tiram yang berkualitas selain memilih bahan tanam dari jenis unggul yaitu tidak ada kontaminan pada bibit jamur. Kontaminan pada bahasan ini merupakan makhluk hidup lain yang tidak dikehendaki keberadaannya di dalam bibit. Kontaminan tersebut bisa berasal dari kultur jamur yang kurang murni atau kesalahan selama proses pembuatan bibit. Mikroba tersebut dapat masuk ke dalam media tanam dan berkembang biak di dalamnya. Untuk itu, upayakan untuk menghindari terjadinya kontaminasi dengan selalu bekerja secara aseptis selama proses pembuatan bibit.

“Jenis jamur lain yang sering terbawa di dalam media tanam adalah jamur Sclerotium rolfsii, Penicillium digitatum, Mucor javonicus, Coprinus sp., dan Chaetomium sp. Jamur-jamur tersebut sering tumbuh karena campuran media tanam jamur yang mengandung kadar nitrogen tinggi.”

Adanya kontaminan pada kultur murni maupun bibit mengakibatkan jamur tiram terganggu pertumbuhannya. Jamur tiram sering terkontaminasi oleh jamur berwarna hijau seperti Trichoderma sp. Jamur merugikan ini biasanya sering terbawa pada bibit jamur atau pada media tanam yang sterilisasinya kurang sempurna. Jamur Trichoderma sp. merupakan jamur tingkat rendah yang kemampuan tumbuh pada berbagai media tanam jauh lebih cepat dibandingkan jamur tiram. Sebagai perbandingan, miselium Trichoderma sp. telah tumbuh memenuhi media tanam bahan lignoselulosa dalam waktu 10-14 hari, sedangkan miselium jamur tiram baru memenuhi media tanam dalam waktu 3-4 minggu. Untuk mengetahui adanya kontaminasi dapat dilihat secara fisik dengan mata biasa atau dengan teknik analisis mikroba. Kontaminasi yang parah dapat dilihat dengan membandingkan ciri fisik miselium kultur murni miselium jamur tiram dengan miselium jamur yang telah terkontaminasi. Kultur murni jamur tiram yang baik berupa massa benang miselium menyerupai kapas berwarna putih. Bila telah tumbuh lebat, benang-benang tersebut seperti melekat satu sama lain sehingga berbentuk seperti lemak padat yang menempel. Sementara itu, pada miselium jamur yang terkontaminasi akan muncul warna lain selain warna putih di antara massa miselium. Bila kontaminasi tersebut semakin banyak, kualitas bibit sudah pasti akan menurun. (ss)

Anda berminat untuk mengikuti pelatihan budidaya jamur tiram? Silahkan hubungi 0822-9889-1144 untuk informasi lebih lanjut ?

Baca juga Kriteria Bibit Berkualitas.

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *