Teknik Pemeliharaan Pembudidayaan Jamur Tiram

Teknik Pemeliharaan Pembudidayaan Jamur Tiram

Daqu Agrotechno akan berbagi pengetahuan mengenai teknik pemeliharaan saat melakukan budidaya jamur tiram. Berikut yang dapat kami sampaikan..

Pada saat melakukan budidaya jamur tiram, log-log yang akan membentuk miselium dan tubuh buah harus dipelihara. Pemeliharaan berhubungan dengan menjaga lingkungan agar tetap optimum, yaitu:

  1. Kandungan air yang baik 35-45%. Kekurangan air menyebabkan miselium tidak membentuk tubuh buah karena kekeringan dan kelebihan air menyebabkan tumbuhnya jenis jamur lain yang tidak diinginkan.
  2. Perkembangan miselium dan tubuh buah akan terhambat dengan adanya cahaya langsung. Tempat penyimpanan harus tetap teduh dan sinar matahari tidak masuk secara langsung ke dalam ruangan.
  • Pembentukan Miselium dan Tubuh Buah.

Miselium akan tumbuh memenuhi permukaan log setelah penyimpanan selama kurang lebih 30-40 hari. Selama jangka waktu tersebut, temperatur dan kelembapan harus optimal.

Pengaturan temperatur dan kelembaban dapat dilakukan dengan cara:

  1. Menyemprotkan air dengan sprayer ke dinding-dinding bangunan penyimpanan dan ke ruang di antara jajaran log.
  2. Menyemprotkan air dengan sprinkel bernozel halus (kabut), terutama pada lubang tempat jamur akan keluar. Tetapi dijaga agar air tidak menggenang didalam media log, sebab dapat menyebabkan kebusukan.
  • Pembentukan tubuh buah pertama. Setelah miselium tumbuh sempurna, lepaskan cincin log dan buka plastik bagian atas sehingga seluruh permukaan atas log kontak dengan udara. Pada waktu ini diperlukan raising yaitu pengaturan lingkungan agar tubuh buah tumbuh. Raising dilakukan dengan menurunkan temperatur dan sekaligus menyemprotkan bahan yang mengandung hormon pertumbuhan ke permukaan log yang kontak dengan udara. Air kelapa atau ekstrakt toge dapat dipakai sebagai sumber hormon tsb. Dengan cara ini pertumbuhan tubuh buah akan mencapai dua kali lipat dibandingkan cara pertama. Tubuh buah pertama terbentuk setelah 3-5 hari pembukaan.

Itulah tips dari kami mengenai pemeliharan saat membudidayakan jamur tiram. Selanjutanya, kami akan berbagi mengenai ancaman saat membudidayakan jamur tiram yaitu HAMA DAN PENYAKIT.

  • Hama-hama yang banyak terdapat di tempat budidaya jamur adalah serangga baik berupa kumbang atau kutu. Pencegahan dengan sanitasi lingkungan atau, alternatif terakhir, penyemprotan insektisida. Perlu diingat bahwa residu insektisida akan menempel di tubuh buah sehingga jamur yang dipanen harus dicuci bersih di air mengalir. Pencucian dapat menyebabkan penurunan kualitas jamur kalau kelebihan air tidak langsung dihilangkan dengan cara ditiriskan.
  • Jika terpaksa menggunakan pestisida, gunakan pestisida organik, semprotkan campuran air, bawang merah dan kencur.
  • Penyebab timbulnya penyakit adalah sterilisasi yang tidak sempurna, bibit yang tidak murni, alat yang kurang bersih dan kandungan air media terlalu tinggi. Penyakit berupa tumbuhnya jamur lain seperti Mucor, Rhiozopus, Penicillium dan Aspergillus pada log. Serangan jamur-jamur tersebut dicirikan dengan timbulnya miselium yang berwarna hitam, kuning atau putih dan timbulnya lendir. Pertumbuhan jamur tiram menjadi terhambat atau tidak tumbuh sama sekali.hama dan penyakit pada jamur tiram

 

Jika Anda ingin mengetahui lebih dalam tentang jamur tiram, Anda dapat mengikuti pelatihan budidaya jamur tiram di P3JT Daqu Agrotechno. Untuk Infonya ada disini.

 

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *