Teknik Kultur Jaringan Badan Buah Jamur

Teknik Kultur Jaringan Badan Buah Jamur

Alat yang disiapkan adalah laminar air flow atau enkas, lampu spiritus, scalpel, dan pinset steril, cawan petri steril, dan penangas air. Sementara bahan yang diperlukan adalah media MEA atau PDA steril, alkohol 70%, dan air steril. Berikut teknik kultur jaringan badan buah jamur.

  • Pilih badan buah jamur segar yang sudah mekar penuh (ambil langsung dari baglog jamur) untuk dijadikan sebagai bahan tanam yang akan ditumbuhkan pada media.
  • Panaskan media MEA atau PDA pada penangas air sampai mencair, siapkan cawan petri. Kemudian, tuangkan media yang sudah mencair tersebut ke dalamnya, lalu ratakan. Biasanya satu cawan petri cukup diberi 10 mL media.
  • Potong bagian tudung (bentuk seperti payung) dan ambil bagian antara tudung dengan tangkai. Cuci potongan jamur dengan air mengalir untuk menghilangkan kotoran, lalu bagian luar jamur disterilkan menggunakan alkohol 70%.
  • Ambil potongan jamur dengan pinset steril, lalu potong-potong menggunakan scalpel steril bagian tepi potongan tersebut, ambil potongan tipis bagian dalam jaringan atau disebut pseudoparenchyma. Potongan pseudoparenchyma tersebut diletakkan di cawan petri yang telah diberi media MEA atau PDA menggunakan pinset steril.
  • Inkubasikan selama beberapa hari (5-10 hari) sampai tumbuh massa miselium berwarna putih dengan bentuk seperti kapas. Apabila tumbuh mikroba kontaminan, lakukan pemurnian dengan cara mengambil sedikit miselium yang tidak terkontaminasi menggunakan ujung jarum ose, letakkan kembali pada media agar yang baru secara aseptis.

Secara sederhana, langkah-langkah mengkultur jaringan badan buah jamur sebagai berikut.

  • Pilih badan buah jamur yang mekar penuh.
  • Panaskan media kultur.
  • Potong bagian tudung jamur dari tangkainya dengan pinset.
  • Potong kecil-kecil tudung jamur.
  • Inkubasikan kultur hingga membentuk miselium yang seperti kapas. (ss)

Anda berminat untuk mengikuti pelatihan budidaya jamur tiram? Silahkan hubungi 0822-9889-1144 untuk informasi lebih lanjut ?

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *