Sekilas Mengenai Budidaya Jamur Tiram

Sekilas Mengenai Budidaya Jamur Tiram

Budidaya jamur tiram secara umum dapat dibudidayakan di daerah dengan suhu berkisar antara 25º-30º C. Awalnya jamur ini ditemukan di hutan dibawah pohon berdaun lebar atau dibawah tanaman berkayu. Kondisi lingkungan optimal pada pembudidayaan jamur adalah tempat yang tidak memerlukan penetrasi cahaya matahari langsung/teduh. Dengan kondisi tersebut miselium jamur akan tumbuh lebih cepat daripada di tempat yang terang dengan cahaya matahari berlimpah.

Pembudidayaan jamur dipengaruhi oleh beberapa faktor :

  1. Komposisi nutrisi media berperan dalam proses pembudidayaan. Bahan baku yang digunakan sebagai media dapat berupa batang kayu kering, jerami, serbuk kayu, campuran antara serbuk kayu dan jerami atau alang-alang. Selain bahan baku tersebut perlu ditambahkan bekatul/dedak sebagai sumber karbohidrat, lemak, protein. Kapur sebagai sumber mineral dan pengatur PH media. Kadang-kadang ditambahkan gips sebagai pengokoh media. Penambahan bahan-bahan tersebut dikarenakan jamur sebagai organisme heterotrofik, yakni organisme yang tidak dapat mencukupi kebutuhannya sendiri atau dengan kata lain hidupnya tergantung pada tumbuhan lain.
  2. Kadar Air. Media yang telah dibuat dari campuran bahan diatas perlu diatur kadarairnya. Kadar air media diatur hingga 50%-60% dengan menambahkan air bersih. Air berfungsi sebagai pengencer agar misellia jamur dapat tumbuh dan menyerap makan dari substrat dengan baik. Apabila kadar air rendah maka penyerapan makanan oleh jamur menjadi kurang optimal dan jamur menjadi kurus bahkan mati. Apabila kadar air terlalu tinggi akan menyebabkan busuk akar.
  3. Tingkat Keasaman. Pengaruh PH terlalu rendah atau terlalu tinggi pada jamur dapat mengakibatkan pertumbuhan terhambat. Skala optimal PH antara 6-7 dicapai dengan menambahkan kapur.
  4. Lingkungan. Suhu untuk pertumbuhan jamur pada saat inkubasi lebih tinggi dibanding suhu untuk pertumbuhan. Suhu inkubasi berkisar 22º-28º dengan kelembapan 60%-80%. Suhu saat pembentukan tubuh berkisar antara 16º-22º dengan kelembapan optimal 80%-90%. Pencapaian kelembapan ruangan yang optimal dipertahankan dengan menyemprot air secara teratur, dengan cahaya matahari sekitar 10%. Kondisi diatas mudah dicapai di daerah datarn tinggi sekitar 700-800 m dpl. Kemungkinan budidaya jamur di dataran rendah tidaklah mustahil, asalkan iklim ruang penyimpanan dapat diatur dan disesuaikan dengan keperluan jamur.
  5. Media Tanam. Secara tradisional, di Jepang, bibit ditanam didalam lubang atau garisan dikayu kering. Pengeringan dilakukan dengan tenaga sinar matahari atau listrik. Dalam budidaya modern, media tumbuh berupa kayu tiruan (log) yang dibuat dalam bentuk silinder. Komposisi media ini berupa sumber selulosa (serbuk kayu sisa pengergajian, ampas tebu, jerami, alang-alang dll), sumber gula (tepung jagung, dedak/bekatul), kapur, air dan kadang-kadang ditambah pupuk SP36 dan vitamin B kompleks dengan jumlah sangat sedikit. Diluar negeri sudah diadakan penelitian tentang media pengganti serbuk gergaji, misalnya : daun pisang, tongkol jagung, klobot jagung, jerami padi, gabah padi, ampas tebu dll.Jika Anda ingin mengetahui lebih dalam tentang jamur tiram, Anda dapat mengikuti pelatihan budidaya jamur tiram di P3JT Daqu Agrotechno. Untuk Infonya ada disini.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *