Qurban Untuk Perbaikan Gizi Keluarga Dhuafa

Qurban Untuk Perbaikan Gizi Keluarga Dhuafa

Pendahuluan

Pemerataan daging qurban merupakan isu penting dalam manajemen pembagian daging qurban. Kenyataannya, pembagian daging qurban saat Idul Adha di beberapa daerah belum tersebar merata. Tidak sedikit terjadi penumpukan daging qurban di satu daerah, sedangkan ada daerah lain yang sama sekali tidak mendapatkan pasokan daging qurban.

Umumnya penumpukan daging qurban terjadi di daerah perkotaan yang notabene masyarakatnya berasal dari kelas menengah ke atas. Secara ekonomi, mereka dipandang mampu untuk berqurban. Hal yang berbeda terjadi di daerah pedesaan, umumnya jumlah penduduk yang berqurban tiap tahunnya dapat dihitung dengan jari. Alhasil jumlah daging qurban yang dibagikan pun belum bisa mengimbangi jumlah penduduk yang ‘layak’ untuk mendapatkan daging qurban tersebut.

Apabila dilihat dari kandungan gizinya, daging mengandung protein serta asam amino esensial yang baik untuk tubuh. Terutama untuk anak-anak yang masih mengalami pertumbuhan. Setiap jenis daging mengandung zat gizi yang berbeda-beda. Daging merah misalnya, daging merah mengandung zat besi heme. Zat besi heme lebih mudah diserap tubuh dibandingkan zat besi non heme yang berasal dari sumber nabati.

Kebutuhan zat besi dalam tiap tahap pertumbuhan berbeda-beda. Pada usia remaja, kebutuhan zat besi berada pada tingkat paling tinggi, ibu hamil membutuhkan zat besi ekstra untuk pertumbuhan janin. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa terdapat 52% ibu hamil mengalami anemia di negara berkembang. Di Indonesia (Susenas dan Survei Depkes-Unicef) dilaporkan bahwa dari sekitar 4 juta ibu hamil, separuhnya mengalami anemia kurang zat besi dan satu juta lainnya mengalami kekurangan energi kronis. Walaupun ada beberapa faktor yang memengaruhi penyerapan zat besi di dalam tubuh yang akan turut memengaruhi kadar zat besi tubuh. Salah satunya adalah mengonsumsi secara bersamaan makanan yang mengandung zat besi dengan vitamin C. Pola konsumsi seperti ini akan meningkatkan penyerapan zat besi di dalam tubuh dan dapat meminimalisasikan terjadinya anemia kurang zat besi.

Menilik fakta di lapangan yang berkaitan dengan belum meratanya pembagian daging qurban yang dapat berkontribusi terhadap perbaikan gizi masyarakat, Daqu Agrotechno berinisiatif untuk membantu keluarga dhuafa untuk mendapatkan perbaikan gizi karena selama ini qurban lebih terpusat di kota besar. Daqu Agrotechno memfasilitasi penyaluran daging qurban sebagai upaya pemerataan pembagian daqing qurban untuk keluarga dhuafa. Program Qurban untuk Perbaikan Gizi Keluarga Dhuafa ini merupakan program tahunan yang digelar Daqu Agrotechno sebagai salah satu lembaga otonom Daarul Qur’an yang bergerak di bidang pertanian dan perkebunan yang juga peduli terhadap bidang sosial dengan melakukan pemberdayaan masyarakat melalui beberapa program yang diusung.

Paket Qurban

Kambing (bobot 20-25 kg): Rp 1.610.100,-

Kambing (bobot 26-35 kg): Rp 2.210.400,-

(Harga belum termasuk 10% untuk biaya operasional).

Sasaran Program

Daging qurban akan disalurkan ke keluarga dhuafa yang berada di pelosok desa sekitar Jawa Barat.

Fasilitas untuk Donatur

Donatur yang mengamanahkan penyaluran daging qurban kepada Daqu Agrotechno akan mendapatkan foto dokumentasi dan laporan pertanggungjawaban kegiatan berqurban.

Bagi Anda yang tergerak dan berminat menjadi donatur dalam Program Qurban untuk Perbaikan Gizi Keluarga Dhuafa dapat menghubungi CS kami berikut.

DAQU AGROTECHNO

daquagrotechno.org

Rekening Kemuliaan Berqurban:

BSM: 7090409101

An. Muad Asegab dan Agus Tiwa Nurjaman

Info: Customer Service 0822-9889-1144 (SMS/Whatsapp/Telp)

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *