Prospek Bertanam Sayuran di Kota

Image may contain: 1 person, smiling, text

Belakangan ini, tren budidaya hidroponik semakin digemari masyarakat, terutama di wilayah perkotaan.  Tren ini muncul sejalan dengan semakin sempitnya lahan pertanian di perkotaan.  Selain itu, kesadaran masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat semakin meningkat.  Hidroponik  adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa media tanah.

Selain cara budi daya yang relatif lebih mudah jika dibandingkan cara budi daya konvensional, budidaya hidroponik dapat dilakukan di lahan yang sempit. Hasil budidaya tanaman hidroponik memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Tren tanaman hidroponik yang berkembang di masyarakat saat ini adalah sayuran dan buah-buahan.  Bahkan, pelaku usaha budidaya hidroponik bisa meraih keuntungan hingga puluhan juta rupiah dalam waktu satu bulan hanya dengan memanfaatkan pekarangan rumahnya.

Banyak masyarakat tidak hanya di perkotaan bahkan di pedesaan yang memanfaatkan lahan pekarangannya untuk membudidayakan tanaman hidroponik.  Selain itu, popularitas hidroponik sebagai bisnis juga semakin meningkat, banyak pelaku usaha yang turun langsung menggeluti bisnis hidroponik ini.  Tak hanya itu, bahkan ada beberapa ibu yang berhasil  menghasilkan omset puluhan juta dari bisnis hidroponiknya.  Peluang usaha hidroponik memang eksistensinya yang mampu terus bertahan dibandingkan dengan bisnis lainnya.  Oleh karena itu, bisnis hidroponik menjadi salah satu bidang usaha yang layak untuk ditekuni.

Usaha budidaya hidroponik ini tidak hanya menanam tanamannya lalu menjualnya, tetapi juga bisa juga dnegan menjual macam bibit tanaman, media tanam, dan peralatan serta perlengkapan pendudkung budidaya hidroponik .  Salah satu  pelaku usahanya adalah Putri Dewi Guna yang bisa meraih omzet hingga Rp50 juta/bulan.  Berdasarkan kutipan infoagribisnis.com “kebutuhan makanan yang berasal dari tanaman hidroponik semakin terus meningkat Mas. Saya tidak menyangka berawal dari hobi ternyata peluang usaha hidroponik ini benar-benar menjadi kenyataan luar biasa bagi saya dan keluarnya”. Menurut Putri, masyarakat secara mandiri.

Menurut tribunjambi.com. Evita seorang pelaku usaha hidroponik yang menjual tanaman hidroponik dan perlengkapannya, ia bisa mengantongi omzet Rp40 juta/bulan. Ia menjual perlengkapannya senilai Rp. 5.000 – Rp. 40.000 per item.  Banyaknya tanaman yang dijual mencapai lebih dari 500 tanaman per bulan.  Sebagian besar pelanggannya berasal dari luar Magetan, seperti Jakarta, Surabaya, Bali, Banjarmasin, dan Makassar.(hs/fan)

 

Sumber: Buku “Bertanam Sayuran Buah 20 Sayuran Komersial”

Penulis: Hendro Sunarjono dan Febriani Ai Nurrohmah

 

Selanjutnya: Jenis-jenis Sayuran Buah yang Potensial dan Aneka Sistem Bertanamnya

Selengkapnya: Bertanam Sayuran Buah

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *