Proses Penanaman Tanaman Timun

Proses Penanaman Tanaman Timun

Tahap Penyemaian Benih

Tujuan dari penyemaian benih adalah agar meminimalisasi kegagalan tanam, dimana benih yang masih muda sangat rawan kegagalan akibat berbagai hal. Untuk persemaian bibit timun, dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  • Rendam benih selama 15 menit dan perhatikan jika ada benih yang mengapung sebaiknya dibuang, karena benih mengapung adalah ciri benih tidak bagus.
  • Rendam kembali benih yang tenggelam tadi selama sehari semalam.
  • Pindahkan benih ke dalam lipatan handuk yang sudah dibasahi dan biarkan selama 12 jam hingga kecambah akar keluar.
  • Pindahkan benih ke dalam media tanam polybag kecil atau plastik ukuran 1 ons yang sudah diisi campuran tanah dan pupuk kandang dengan dosis 3:1.
  • Siram benih sehari sekali setiap pagi dan usahakan agar mendapat suplay sinar matahari yang cukup.
  • Setelah berumur 10 hari sejak masa tanam biasanya tumbuh 2 daun, maka benih timun tersebut siap untuk dipindahkan ke dalam lahan yang sudah dipersiapkan.

Cara Menanam Timun

Cara menanam timun sebenarnya hampir sama dengan budidaya timun suri. Setelah benih berdaun 2 atau 3, atau setelah benih timun memasuki usia tanam 10 hingga 12 hari, maka segera pindahkan benih timun tersebut ke media tanam yang telah disediakan.

Kemudian cara menanam timun selanjutnya yaitu pasang lanjaran berupa pecahan bambu, tancapkan di samping kiri dan kanan tanaman sebagai media merambat batang timun.

Waktu yang paling tepat menanam timun, sebaiknya dimulai di awal musim hujan tiba agar tanaman mendapat suplay air yang cukup. Namun, jika terpaksa pada musim kemarau, setiap menanam sebaiknya diimbangi dengan penyiraman pagi dan sore.

Perawatan Tanaman Timun

Cara menanam timun yang benar tidak lepas dari tahap pemeliharaan, yang terdiri atas penyiraman, penyulaman, penyiangan, pemupukan susulan, hingga pencegahan hama penyakit yang mengenai tanaman timun.

Perawatan pertama yaitu penyulaman biasanya dimulai sejak usia tanam memasuki umur 5 hingga 7 hari. Periksalah lubang-lubang tanam yang kosong dan tidak tumbuh, segera ganti dengan benih yang baru agar panen nantinya mendapatkan hasil yang serempak.

Tahap selanjutnya dalam cara menanam timun adalah membersihkan bedengan dari rumput liar maupun gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman timun atau biasa disebut penyiangan. Proses penyiangan dapat dilakukan lebih fleksibel tergantung kebutuhan akan rumput dan gulma tersebut sudah tumbuh banyak atau belum.

Tanaman timun termasuk jenis tanaman yang tidak memerlukan banyak air, maka penyiraman dapat dilakukan sehari sekali pada musim kemarau atau 2 hari sekali pada musim penghujan.

Lakukan juga pemupukan lanjutan pada usia tanam 12 hari, 15 hari, 18 hari dan seterusnya (setiap tiga hari sekali) dengan dosis pupuk urea, Sp36, KNO3, DAP, dan ZA dengan perbandingan masing-masing 1 : 1 : ¼ : 1 : 1, atau Anda bisa gunakan pupuk lainnya dengan dosis yang berbeda.

Masa Panen

Tanaman timun biasanya sudah dapat dipanen pada saat usia tanam 2 hingga 3 bulan dari awal tanam. Pemanenan dilakukan pagi hari sebelum jam 9 pagi dengan cara memotong tangkai dengan pisau. Ciri buah timun siap petik yaitu terlihat dari duri pada buah mulai melunak atau hilang, warna buah umumnya mulai mencerah.

Demikian artikel tentang cara menanam timun, bisa Anda lakukan di lahan maupun polybag. Kedua media tersebut sama saja, yang penting adalah Anda memahami bagaimana cara menanam timun yang baik dan benar.

 

Sumber: www.infoagribisnis.com

Baca juga: Persyaratan Lokasi Tanam Timun, Pengolahan Media Tanam dalam Proses Penanaman Timun

Anda mencari benih unggul? Kunjungi link berikut ini.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *