Program Sekolah Pemuda Tani

Sekolah Tani

Latar Belakang

Krisis Generasi Petani

Dalam kurun waktu 10 tahun yaitu antara 2003-2013, jumlah rumah tangga tani berkurang sebanyak lima juta. Angka ini berimplikasi pada keberlanjutan usaha sektor pertanian di Indonesia, dimana ketersediaan produk pangan dalam negeri semakin menurun.

Selain jumlah petani yang kian menurun, masalah lain yang kini dihadapi adalah usia dan produktivitas petani. Dalam sensus pertanian 2013, struktur usia petani didominasi oleh petani tua dengan tingkat pendidikan rendah. Data tersebut menyebutkan, sebanyak 60,8% usia petani di atas 45 tahun dengan 73,97% berpendidikan setingkat SD dan akses terhadap teknologi rendah.

Data itu sejalan dengan hasil survei Struktur Ongkos Usaha Tani (SOUT) tanaman pangan pada 2011. Survei itu menyebut, sebagian besar petani tanaman pangan (96,45%) berusia 30 tahun ke atas. Hanya 3,35% saja yang berusia di bawah 30 tahun.

Hal yang mengejutkan pun datang dari petani Indonesia sendiri, lantaran tak ingin petani menjadi profesi turun temurun. Hasil kajian Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) pada 2016 menuliskan, 50% petani padi dan 73% petani holtikultura menyatakan tak ingin anaknya menjadi petani.

Jawaban senada juga dilontarkan anak-anak petani tersebut. Sebanyak 63% anak petani padi dan 54% anak petani holtikultura tak ingin menjadi petani. Rendahnya minat anak muda terhadap sektor pertanian disebabkan profesi ini masih dipandang tak menjanjikan oleh anak-anak muda.

Anak muda kerap menganggap petani bukan profesi yang menguntungkan. Padahal, faktanya banyak anak muda yang sukses di pertanian.

Sekolah Pemuda Tani Ingin Mencetak Petani Muda

Sekolah Pemuda Tani didirikan untuk menjawab persoalan bangsa saat ini yang mengalami krisis generasi petani. Sekolah ini akan membina dan mendidik putra-putra bangsa yang memiliki kemauan keras untuk menjadi wirausahawan di bidang pertanian, namun di sisi lain tidak memiliki kesempatan untuk belajar di pendidikan tinggi karena keterbatasan ekonomi. Calon wirausahawan di Sekolah Pemuda Tani juga akan dibekali dengan akidah dan prinsip-prinsip Islami sebagai pegangan hidup dan panduan sebagai wirausahawan. Bagi para santri yang belajar di Sekolah Pemuda Tani tidak akan dikenakan biaya (gratis).

Walaupun banyak generasi muda menganggap usaha di bidang pertanian merupakan bisnis yang tidak menjanjikan, namun sebenarnya usaha di bidang ini cukup prospektif. Hal ini disebabkan karena produk pertanian selalu dibutuhkan banyak orang.

Wirausaha di bidang pertanian adalah sebuah aktivitas atau kegiatan usaha yang erat kaitannya dengan bercocok tanam, kemudian menjual hasil pertanian tersebut ke konsumen atau pasaran.

Kesuksesan wirausahawan pertanian sangat bergantung pada sejauh mana memahami bidang pertanian secara mendalam dan mengikuti tata cara pertanian yang baik dan benar. Jika hal itu dilakukan maka kesuksesan yang didapat dari bisnis pertanian bisa optimal.

Oleh karena itu, Daqu Agrotechno sebagai lembaga jejaring Daarul Qur’an berusaha menginisiasi terbentuknya Program Sekolah Pemuda Tani guna mencetak generasi petani muda yang memiliki jiwa agro entrepreneur sekaligus memiliki nilai-nilai Islami.

Tujuan Akhir Sekolah Pemuda Tani (Goal)

Mencetak wirausahawan di bidang pertanian yang memiliki prinsip dan nilai-nilai Islami.

Tujuan Program (Purpose)

Santri mampu memiliki usaha di bidang pertanian, mampu membaca, menghafalkan dan mengamalkan Al-Qur’an.

Keluaran Program (Output)

  • Terdapat 20 orang santri yang dibina secara intensif selama empat bulan di Lahan Pertanian Daqu Agrotechno Training Center, Sukabumi.
  • Adanya guru yang kompeten untuk membina santri dalam bidang pertanian dan keislaman.
  • Terdapat sarana yang memadai dalam proses belajar mengajar, baik indoor maupun outdoor.
  • Adanya dukungan modal usaha untuk para lulusan pesantren agar bisa menjalankan usaha secara mandiri.
  • Peningkatan kapasitas santri berupa pengetahuan dan keterampilan dalam bertani meliputi budidaya tanaman, perikanan, dan peternakan.
  • Santri hafal minimal 1 juz Al-Qur’an.

Kegiatan Program (Activities)

  1. Perekrutan 20 santri seluruh Indonesia (setahun 2 kali perekrutan, total 40 santri).
  2. Menyediakan guru meliputi guru pertanian, menajemen, kepemimpinan, dan keislaman.
  3. Kegiatan Belajar Mengajar meliputi keterampilan, kepemimpinan, kewirausahaan, dan keislaman.
  4. Praktek pertanian, perikanan, dan peternakan di lokasi Sekolah Pemuda Tani.
  5. Pemberian modal usaha kepada para santri yang telah siap menjalankan usaha.
  6. Pengadaan fasilitas kegiatan belajar mengajar baik fasilitas indoor maupun outdoor.
  7. Pembuatan business plan untuk setiap santri.

Semua aktivitas Sekolah Pemuda Tani di atas akan didukung dengan aktivitas pendampingan dan pembinaan santri secara intensif, di Sekolah Pemuda Tani akan ditempatkan seorang guru pendamping yang tinggal di lingkungan pesantren.

Target Penerima Manfaat Program

  1. Pemuda dari berbagai wilayah Indonesia usia maksimal 25 tahun.
  2. Secara ekonomi tidak mampu meneruskan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
  3. Mau bekerja keras dan mengikuti semua aturan di dalam pesantren.

Sistem Pembelajaran (Learning System)

  • Materi Dasar Kewirausahaan (Basic Skill)
  • Materi Pengembangan Mental dan Spiritual Wirausaha
  • Pembelajaran dan Penghapalan al-Quran
  • Studi Lapang
  • Praktek Lapang
  • Pembuatan Business Plan
  • Praktek Usaha

Gagasan Program

  1. Mencetak generasi petani yang memiliki jiwa entrepreneur dengan memberikan pembelajaran di kelas (indoor), praktek lapang (outdoor), dan perancangan usaha sendiri di bidang pertanian yang akan dilakukan selepas lulus.
  2. Memberikan bekal mental dan spiritual berlandaskan nilai-nilai Islam sebagai modal menjadi wirausahawan yang berakhlak mulia.
  3. Mendorong lulusan Sekolah Pemuda Tani mempraktekan business plan-nya dan men­-support-nya dengan memberikan modal kepada para lulusan Sekolah Pemuda Tani.

Sasaran Penerima Manfaat dan Lokasi Program

  1. Target jumlah murid yang dilibatkan: 20 orang.
  2. Target lokasi: Daqu Agro Center di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Jangka Waktu Pelaksanaan

Program ini direncanakan setiap 4 bulan, dimana kurikulum pembelajarannya pun dirancang selama 4 bulan.

Mari Ciptakan Generasi Petani Sukses

Keberhasilan Program “Sekolah Pemuda Tani” yang diinisiasi oleh Daqu Agrotechno dan bekerja sama dengan para donatur tidak semata diukur dari keluaran kuantitatif namun juga kualitatif. Begitu pula outcome (dampak) kegiatannya dapat dirasakan langsung oleh para lulusan Sekolah Pemuda Tani.

Sekolah ini dirancang melalui metode pembelajaran langsung di lahan pertanian sesuai kebutuhan siswa, sehingga diharapkan siswa mampu mempraktekan usaha tani sebagai seorang agro entrepreneur selepas kembali ke daerahnya masing-masing. Selain itu, diharapkan para lulusan menularkan semangat agro entrepreneur-nya kepada masyarakat daerah asal. Dengan demikian, krisis generasi petani yang mengancam bangsa ini setidaknya bisa sedikit diredam. (du)

Bagi Anda yang ingin menjadi Mitra Program selaku Donatur dalam Program Sekolah Pemuda Tani, bisa menghubungi kami lebih lanjut di telepon/SMS/whatsapp: 0822-9889-1144