Produksi Benih Hibrida Sendiri

Produksi Benih Hibrida Sendiri

Benih hibrida dihasilkan dari persilangan dua galur murni (inbreed).

Persilangan adalah penyerbukan silang antara tetua yang berbeda susunan genetiknya. Salah satu tujuan persilangan adalah untuk menghasilkan varietas baru yang memiliki sifat unggul dibandingkan dengan kedua induknya. Namun, munculnya hibrida unggul sangat tergantung dari ketersediaan galur murni yang potensial. Oleh karena itu, usaha untuk memperoleh galur murni ini merupakan langkah paling menentukan. Galur murni diperoleh melalui penyerbukan sendiri selama 5-6 generasi.

Secara teknik, produksi benih hibrida harus memperhatikan sinkronisasi pembungaan antargalur dan isolasi dalam penanamannya. Sinkronisasi pembungaan adalah suatu upaya untuk mengatur saat pembungaan dari dua galur yang ditangkarkan agar dapat terjadi pada waktu yang bersamaan sehingga penyerbukan dapat terjadi secara maksimal.

Tahapan Persilangan untuk Menghasilkan Benih Hibrida

1. Persiapkan tanaman

Lakukan penanaman tanaman untuk dijadikan betina dan jantan. Bunga cabai merupakan bunga hermaprodit sehingga dapat digunakan sebagai jantan dan betina. Pilih cabai besar sebagai betina dan cabai keriting sebagai jantan untuk memperoleh hibrida berdaya hasil tinggi. Persiapkan pula bahan dan alat. Peralatan yang digunakan dalam persilangan ini yaitu pinset, benang ukuran sedang (benang jeans) dan cawan atau piring kecil plastik untuk menampung polen (bunga jantan).

2. Lakukan persilangan

Persilangan dilakukan pagi hari mulai pukul 6.00-8.00.

3. Lakukan pengumpulan polen

Ambil polen dari tanaman jantan. Polen yang digunakan adalah polen dari bunga yang sudah mekar, tetapi kotak sari belum pecah. Kumpulkan polen dalam cawan atau piring kecil.

4. Lakukan pemilihan bunga betina

Pilihlah bunga betina siap mekar (siap dibuahi) pada hari tersebut dari tanaman betina. Bunga yang siap mekar ditandai dengan mahkota bunga terlihat hampir mekar dan berwarna putih.

5. Lakukan kastrasi dan emaskulasi

Pegang tangkai dan dasar bunga dengan tangan kiri. Pegang bagian dasar mahkota dengan tangan kanan. Tekan sedikit dan putar perlahan ke arah kanan. Mahkota akan lepas bersamaan dengan kotak sari.

6. Siapkan bunga betina untuk dibuahi (diserbuki)

Kepala putik siap untuk diserbuki setelah kotak sari dibuang.

7. Berikan penanda

Gunakan benang sebagai penanda. Benang tidak terlalu halus dan tidak terlalu tebal. Penanda ini sangat berguna untuk membedakan (menandai) antara buah hasil penyerbukan dengan buah lainnya. Siapkan benang yang sudah diikat ujungnya. Buat simpul pada bagian ujung lainnya. Masukkan tangkai bunga ke dalam simpul tersebut. Tarik simpul tersebut sehingga benang terikat longgar, tetapi tidak mudah lepas pada tangkai bunga.

8. Lakukan penyerbukan

Caranya, pegang tangkai bunga pejantan. Ambil satu kotak polen dari bunga tersebut. Jepit kotak polen di antara ibu jari dan telunjuk kiri. Ambil polen menggunakan pinset hingga polen menempel pada ujung pinset. Oleskan ujung pinset yang terdapat polen pada kepala putik. Pekerjaan kastrasi hingga penyerbukan memerlukan waktu 45-60 detik. Usahakan satu hari (1,5-2 jam) dapat menyerbuki 150-200 bunga.

9. Periksa keberhasilan pembuahan

Jika dalam tiga hari bunga yang telah diserbuki tidak gugur, kemungkinan besar pembuahan terjadi dengan baik. Putik akan membesar dan berwarna cerah. Untuk cabai besar dan keriting, putik sudah berukuran 1-3 cm saat berumur 7 hari setelah penyerbukan.

10. Lakukan panen

Pemanenan dilakukan saat buah telah matang sempurna (1-1,5 bulan setelah penyerbukan). Lepaskan dengan hati-hati buah yang telah matang dan kumpulkan dalam wadah.

11. Ekstraksi benih

Potong pangkal dan ujung buah menggunakan pisau tajam. Ambil dan kumpulkan benih menggunakan pinset. Keringanginkan benih tersebut hingga kering. Biasanya tiap buah akan menghasilkan 0,3 g benih sehingga 100 buah akan menghasilkan 30 g benih.

12. Kemas benih

Pisahkan benih dari kotoran dan benih yang kurang baik. Selanjutnya, kemas benih tersebut dalam bahan plastik, kertas atau alumunium foil. Alumunium foil merupakan bahan pengemas yang paling baik. Jika pengemasnya baik dan disimpan pada suhu dingin, benih akan tetap hingga 18 bulan.

13. Pelepasan varietas

Jika varietas tersebut telah dilepas oleh Menteri Pertanian, benih tersebut dapat dijual dan disebarluaskan. (ms/ry/rd)

 

Sumber: Buku “Budidaya Cabai Panen Setiap Hari”

Penulis: Prof. Dr. Ir. Muhamad Syukur, SP, MSi, Dr. Rahmi Yunianti, SP, MSi dan Rahmansyah Dermawan, SP, MSi

 

Sebelumnya: Varietas Cabai Keriting dan Cabai Rawit Unggul

Selanjutnya: Persiapan Lahan Pembibitan

Selangkapnya: Panduan Budi Daya Cabai

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *