Pot atau Wadah untuk Hidroponik

Persiapan umum budidaya tanaman dengan sistem hidroponik di antaranya pemilihan lokasi, greenhouse, media, pot, dan sarana irigasi serta nutrien. Poin pertama sampai ketiga sudah dibahas pada artikel sebelumnya. Bahasan kali ini akan mengupas mengenai pot atau wadah untuk hidroponik.

Pot atau wadah sangat diperlukan untuk menampung media tanam. Hal ini dibedakan menjadi dua yaitu pot atau wadah untuk sayuran tomat, paprika serta mentimun dan pot atau wadah untuk sayuran selada, sawi, seledri, kangkung, serta bayam.

Pot atau wadah untuk tomat, paprika dan mentimun

Pot atau wadah yang dipakai sebaiknya mempunyai ventilasi untuk drainase (di samping atau di bawah) dan tidak menyerap air. Untuk persemaian dapat digunakan bak dari kayu berukuran 1 x 1,5 x 0,1 m. Bak ini dilapisi lembaran plastik pada bagian dasar dan tepinya untuk mencegah serangga atau hama pengganggu lainnya. Untuk bibitnya dapat digunakan polibag yang berukuran kecil (7 x 10 cm). Macam-macam pot hidroponik yang dapat digunakan untuk tanaman dewasa adalah sebagai berikut.

a. Polibag

Polibag yang digunakan berukuran besar (30 x 25 cm). Kelebihan penggunaan polibag yaitu mudah diperoleh dan murah serta dapat dipakai 3 – 4 kali pemakaian (bila pemakaiannya dilakukan dengan baik).

media-tanam

b. Karung dan bantalan plastik

Satu bantal mempunyai ukuran panjang, lebar dan tinggi sekitar 50 x 20 x 10 cm. Bantalan dengan ukuran demikian dapat digunakan untuk dua tanaman. Kelebihan memakai bantalan yaitu lebih praktis dan akar tanaman lebih leluasa dalam bergerak. Kekurangannya bantalan tidak dijual di pasaran sehingga harus dipesan terlebih dahulu.

c. Plastik yang dibuat cekungan

Tempat tanam ini dibuat di tanah, caranya tanah digali, kemudian di atasnya diberi lembaran plastik sehingga berbentuk cekungan. Agar plastik tidak bergeser, bagian tepinya diberi batu.

d. Akuarium dari kaca atau plastik

semicircular-wall-mount-hanging-bubble-font-b-hydroponic-b-font-aquarium-bowl-screws-font-b-fish

Wadah hidroponik juga dapat terbuat dari kaca atau plastik yang dibentuk seperti akuarium. Cara pembuatannya sebagai berikut. Tanah digali dengan lebar 70 cm, kedalaman 50 cm, dan panjang disesuaikan dengan ukuran lahan. Di setiap sisi tanah dibuat tembok dari batako/batubata. Kemudian, di bagian dalam tembok dilapisi plastik sebagai tempat menampung air. Di bagian atas, kira-kira 12 – 15 cm dari permukaan, dipasang rak net yang berfungsi sebagai pembatas antara larutan/air dengan ruang udara dan pensuplai oksigen ke perakaran tanaman. di bagian paling atas (di permukaan) ditutup dengan triplek yang di atasnya diberi styrofoam atau polystylen. Penutup ini kemudian dilubangi. Ukuran diameter lubang 4 inci dengan jarak antarlubang sesuai dengan jarak tanam. Dalam lubang tersebut nantinya ditempatkan tanaman yang akan dipelihara.

Pot atau wadah untuk selada, sawi, seledri, kangkung, dan bayam

Wadah yang digunakan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu wadah untuk semai/bibit dan wadah untuk penanaman.

a. Wadah untuk semai/bibit

Wadah semai dapat berupa bak plastik yang tingginya 10 cm dan berukuran 1 x 1,5 cm. Wadah ini dapat dibeli atau dibuat sendiri. Jumlah bak tergantung dari jumlah populasi tanaman (satu bak untuk satu tanaman).

b. Wadah untuk penanaman

m_h-rakit_apung

Wadah untuk penanaman dapat berupa pematang/bedeng berlantai semen atau berlapis plastik. Bedeng berlantai semen mempunyai kelebihan yaitu permanen dan tahan lama. Kekurangannya, untuk membuat bedeng tersebut dibutuhkan biaya yang lebih mahal. Kelebihan dari bedeng berlapis plastik biaya pembuatannya lebih murah, sedangkan kekurangannya bedeng ini tidak tahan lama.

Semoga bermanfaat. (hp/yhi)

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *