Polemik Hidroponik vs Pertanian Organik

Polemik Hidroponik vs Pertanian Organik

Dewasa ini, tidak sedikit orang yang memperdebatkan mengenai keunggulan dan keefektifan antara bercocok tanam dengan menggunakan sistem hidroponik atau pertanian organik. Mana yang lebih baik di antara keduanya.

Tidak dapat dipungkiri seiring dengan berkembangnya teknologi pertanian yang dapat membantu aktivitas manusia, terdapat pula efek samping dari perkembangan ini. Salah satu contohnya adalah limbah pertanian atau yang lebih dikenal dengan residu pestisida sebagai salah satu produk sampingan hasil dari penggunaan bahan kimia dalam pertanian. Sebagian masyarakat pun semakin acuh dengan masalah ini. Kemudian lahirlah istilah pertanian organik. Orang-orang berbondong-bondong beralih mengonsumsi sayuran, buah maupun pangan lain yang berlabel organik.

Sebetulnya, definisi dari pangan organik itu sendiri belum jelas. Apakah semua tanaman yang berbasis dan ditumbuhkan melalui proses pemberian bahan organik secara otomatis disebut sebagai pangan organik? Ataukah masih harus dilihat lagi seluruh proses budi dayanya hingga pada kandungan gizi yang menentukan kualitas dari tanaman itu sendiri? Pangan yang dianggap organik oleh negara kita belum tentu dianggap organik oleh negara lain.

Sebelum muncul trend pertanian organik, sistem hidroponik muncul terlebih dahulu. Walaupun banyak yang beranggapan bahwa sistem hidroponik sekarang ini sudah kalah pamor dengan pertanian organik, namun tidak sedikit juga orang yang masih mempertahankan sistem hidroponik ini.

Apa alasan yang melatarbelakangi perubahan gaya hidup masyarakat dalam hal pemilihan bahan makanan yang lebih layak untuk dikonsumsi dari hasil pertanian sistem hidroponik maupun konvensional ke arah pertanian organik?

Sebagian besar orang berasumsi bahwa pangan organik lebih aman dan sehat karena tidak ada residu kimia yang tersisa dan terkandung di dalamnya. Penggunaan pestisida kimia untuk pengendalian hama dan penyakit dalam pertanian organik sangat tabu. Padahal, produk pertanian yang dihasilkan dari sistem hidroponik yang tepat dan memiliki lingkungan yang terkontrol dengan baik (misalnya tidak menggunakan pestisida kimia) akan memiliki tingkat keamanan yang sama untuk dikonsumsi dengan sistem pertanian organik.

Pertanian organik dianggap lebih ramah lingkungan karena tidak mengandung residu pestisida yang dapat menurunkan kualitas tanah. Padahal sistem hidroponik juga tidak akan merusak tanah karena sistem ini sama sekali tidak menggunakan tanah. Selain itu, penggunaan nutrisi yang sangat presisi sesuai kebutuhan tanaman dalam sistem hidroponik dengan pengelolaan yang baik memiliki kemungkinan yang kecil akan terdapatnya residu pupuk yang dapat menimbulkan bahaya bagi lingkungan sekitar.

Sistem hidroponik memungkinkan kita untuk tetap dapat menumbuhkan tanaman walaupun dengan keterbatasan lahan. Hal ini tidak dapat dilakukan dalam pertanian organik. Saat ini mulai banyak dilakukan percobaan penggunaan mineral-mineral organik dalam penyusunan nutrisi sistem hidroponik sehingga diharapkan nantinya label organik juga dapat tersemat pada produk pertanian hidroponik.

Trend organik ini akan terus terjadi, harapannya produk pertanian hidroponik dapat disejajarkan dengan produk organik. Pada dasarnya, kedua metoda penanaman baik hidroponik maupun organik sama-sama baik, lebih bagus lagi apabila ke depannya dapat ditemukan dan dilakukan perbaikan dalam penggunaan peralatan dan perlakuan pada sistem pertanian hidroponik yang lebih ramah lingkungan dan nutrisi yang lebih organik agar hasil produksinya dapat disamakan dengan produk organik. Dengan demikian, baik hidroponik maupun pertanian organik, keduanya merupakan sistem pertanian yang sama-sama baik karena bisa menghasilkan produk sehat yang bebas residu pestisida.

Anda masih bingung mengenai cara bercocok tanam dengan sistem hidroponik yang baik ? Cek link ini.

Bagi Anda yang tertarik dengan pertanian organik dan ingin mengetahui lebih dalam, silahkan kunjungi link berikut. (rm/du)

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *