Pewiwilan (Perempelan) dalam Budi Daya Cabai

Foto: doc. www.8villages.com

Pewiwilan adalah pembuangan tunas air di bawah cabang pertama (dikotomus). Tunas air harus dibuang karena tidak akan produktif dan hanya akan memanfaatkan hasil fotosintesis dari daun-daun yang lain sehingga mengganggu pertumbuhan cabang lainnya. Tanpa pewiwilan tunas air, pertumbuhan tanaman akan lambat.

Perempelan juga dilakukan pada bunga pertama. Bunga pertama akan keluar pada cabang pertama. Tujuan perempelan ini untuk merangsang pertumbuhan tunas dan cabang (pertumbuhan vegetatif). Pada pertanaman cabai di dataran tinggi, perempelan dilakukan hingga bunga kedua.

Cara Pewiwilan

1. Buang atau rempel tunas air di bawah percabangan utama (dikotomus)

Lakukan pewiwilan secara berkala menggunakan tangan sampai bersih. Jangan menggunakan pisau atau gunting karena dapat menularkan penyakit sistemik seperti keriting akibat virus.

2. Buang atau wiwil bunga pertama

Bunga pertama muncul saat berumur 17-21 HST (hari setelah tanam) di dataran rendah dan 25-30 HST di dataran tinggi. Pewiwilan juga dilakukan pada bunga pertama tujuannya untuk merangsang pertumbuhan vegetatif.

3. Buang daun di bawah percabangan utama setelah 75 HST

Daun tua tersebut sudah tidak produktif lagi, bahkan sering kali menjadi sumber penularan hama dan penyakit. Buang juga daun-daun yang terserang hama dan penyakit.

4. Kapan pewiwilan dilakukan?

Pewiwilan atau perempelan dilakukan pada pagi hari. (ms/ry/rd)

 

Sumber: Buku “Budidaya Cabai Panen Setiap Hari”

Penulis: Prof. Dr. Ir. Muhamad Syukur, SP, MSi, Dr. Rahmi Yunianti, SP, MSi dan Rahmansyah Dermawan, SP, MSi

 

Sebelumnya: Penyulaman Tanaman Cabai

Selanjutnya: Pemupukan Susulan dalam Budi Daya Cabai

Selangkapnya: Panduan Budi Daya Cabai

 

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *