Pertumbuhan Miselium pada Media Sintetik

Pertumbuhan Miselium pada Media Sintetik

Pertumbuhan jamur tiram secara umum ditandai dengan munculnya kumpulan miselium berwarna putih yang merata di seluruh permukaan media tumbuhnya.

Miselium jamur tiram dapat tumbuh di beberapa media antara lain media nutrien sintetik, media kultur cair, dan media substrat.

Media sintetik yang sangat baik untuk pertumbuhan miselium jamur tiram adalah Malt Pepton Agar (MPA) dan Malt Extract Agar (MEA). Namun, yang populer di kalangan pembibit jamur tiram skala rumah tangga adalah media Potato Dextrose Agar (PDA). Pertumbuhan miselum dapat dipercepat dengan penambahan baha pengadsorpsi seperti arang aktif. Selain itu, dapat pula ditambahkan nutrien dan garam-garam seperti sulfit liquor, berbagai sakarida, bahan-bahan yang mengandung protein seperti tepung kedelai, bahan-bahan yang mengandung nitrogen seperti NANO3, Ca(NO3)2, dan bahan lain seperti NaHPO4 serta CaCO3.

Tabel 1 Diameter koloni (cm) miselium jamur tiram dari jaringan yang berbeda setelah ditumbuhkan pada media PDA yang diinkubasi pada suhu 25⁰C

Waktu Inkubasi (jam) Asal Jaringan
Antara Batang dengan Tudung Batang Badan Buah Tudung Badan Buah
48 1,8 0,6 0,2
96 3,2 1,4 0,6
144 5,3 2,2 1,2
192 6,2 3,0 2,8
240 7,5 4,3 3,6
288 9,0 6,5 4,6

Sumber: Asghar dkk (2007)

Bahan tanam yang dapat digunakan untuk menumbuhkan miselium dapat berupa potongan jaringan yang berasal dari bagian antara tangkai dengan tudung, maupun dari batang. Bahan tanam terbaik berasal dari potongan jaringan antara tangkai dengan tudung dan pada bagian tangkai.

Tabel 2 Diameter koloni jamur tiram pada media MPA, MEA dan PDA yang diinkubasikan pada suhu kamar

Nama Jamur Macam Media
MPA PDA MEA
Pleurotus sp. 6 (10 hari) 3,42 cm 2,27 cm 2,90 cm
Pleurotus sp. 8 (10 hari) 7,90 cm 6,05 cm 7,38 cm
Pleurotus sajor-caju (7 hari) td 5,64 cm 8,60 cm

Keterangan: MPA: Malt Pepton Agar, MEA: Malt Extract Agar, PDA: Potato Dextrose Agar, td: tidak dilakukan.

Sumber: Achmad dkk (2009), Asghar dkk (2007)

Pada media MEA ataupun PDA, miselium jamur tiram biasanya sudah mulai tumbuh pada hari kedua masa inkubasi yaitu sekitar satu minggu setelah tanam. Namun, dari hasil penelitian diketahui bahwa pertumbuhan miselium pada media MEA masih lebih baik daripada PDA. Pada hari ke-10, miselium yang tumbuh di media MEA sudah hampir memenuhi cawan petri berdiameter 9 cm, sedangkan miselium pada media PDA baru bisa memenuhi cawan petri pada hari ke-12.

Spora jamur tiram juga dapat ditumbuhkan pada media PDA atau MEA yaitu ditanam menggunakan teknik kultur taburan atau teknik goresan. Teknik kultur taburan prinsipnya adalah menaburkan spora pada media PDA atau MEA sehingga spora akan terpisah-pisah menjadi spora tunggal. Sementara prinsip dari teknik goresan adalah mengambil suspensi spora menggunakan alat yang disebut jarum ose, lalu digoreskan di permukaan media. Spora-spora tunggal tersebut, baik dari kultur taburan maupun goresan selanjutnya akan tumbuh menjadi miselium yang juga membentuk koloni terpisah. Koloni inilah yang dipindahkan ke media baru untuk dijadikan sebagai kultur murni.

Miselium yang berasal dari sopra tunggal biasanya akan menghasilkan sifat yang seragam sehingga sering digunakan untuk memilih varietas dengan sifat yang diinginkan. Walaupun jamur yang ditumbuhkan dari spora ada kemungkinan berubah sifatnya tetapi spora memiliki beberapa keunggulan. Keunggulan-keunggulan tersebut antara lain dapat disimpan dalam waktu yang lama (keadaan kering), miselium yang tumbuh dari kultur spora mempunyai viabilitas (daya hidup) tinggi, serta memiliki kemampuan miselium hasil spora dalam merombak lignoselulosa yang tidak menurun sehingga daya hidup pada media tanam berbahan lignoselulosa juga tetap tinggi. (ss)

Anda berminat untuk mengikuti pelatihan budidaya jamur tiram? Silahkan hubungi 0822-9889-1144 untuk informasi lebih lanjut ?

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *