Pertumbuhan Miselium pada Kultur Cair

Pertumbuhan Miselium pada Kultur Cair

Artikel sebelumnya sudah membahas mengenai pertumbuhan miselium pada media sintetik. Seperti kita ketahui bersama, pertumbuhan jamur tiram secara umum ditandai dengan munculnya kumpulan miselium berwarna putih yang merata di seluruh permukaan media tumbuhnya.

Miselium jamur tiram dapat tumbuh di beberapa media antara lain media nutrien sintetik, media kultur cair, dan media substrat.

Agar digunakan sebagai bahan pada media sintetik. Baik miselium maupun spora dapat tumbuh menjadi miselium baru apabila ditumbuhkan pada kultur cair. Spora setelah terkena media cair akan segera berkembang dan tumbuh menjadi miselium. Miselium jamur tiram putih di dalam media cair yang digojok akan membentuk koloni seperti pelet. Di media kultur cair, miselium jamur tiram dapat tumbuh sebanyak 40-50/100 g glukosa. Produksi miselium pada kultur cair dapat digunakan untuk pembuatan bibit jamur. Oleh karena itu, penggunaan kultur cair sangat mendukung usaha produksi miselium dalam skala industri.

Komposisi nutrien di dalam media dapat memengaruhi pertumbuhan miselium. Sebagai contoh, penambahan sulfit liquor (limbah industri kertas) konsentrasi rendah (0,01-0,1%) dalam nutrien dapat meningkatkan produksi miselium. Namun, apabila sulfit liquor diberikan pada konsentrasi yang tinggi tidak akan berdampak buruk bagi pertumbuhan miselium. Untuk itulah pentingnya mengetahui komposisi nutrien yang pas dalam membuat kultur cair yang digunakan sebagai media pertumbuhan miselium jamur tiram.

Miselium dapat diawetkan menggunakan cara liofilisasi sehingga dapat disimpan dalam waktu yang sangat lama, sampai bertahun-tahun. Sel liofil adalah sel yang telah mengalami proses kering-beku secara perlahan sehingga air keluar dari dalam sel tanpa merusak sel itu sendiri. Contoh alat untuk membuat miselium liofil adalah freezer yang dapat diprogram menggunakan mikrokomputer (Cryomed Model 1010 programmabel cooler, Stremikom, Mt. Clemens, MI). Cara membekukannya, pertama-tama atur suhu menurun -1⁰C per menit sampai suhu -45⁰C, lalu diatur suhu menurun -10⁰C per menit sampai suhu -90⁰C. Ampul berisi miselium dibekukan dalam wadah yang berisi es kering etanol. Setelah selesai diliofilisasi, lalu ampul ditutup menggunakan alat vacum dan disimpan dalam refrigerator. Miselium yang telah dikeringkan akan berbentuk seperti gumpalan kering.

Pada tahun 2000, Croan telah membuktikan bahwa kultur miselium yang diliofilisasi terlebih dahulu dapat menginduksi pertumbuhan miselium ketika dikulturkan kembali dan mempercepat pembentukan badan buah. Saat ditumbuhkan pada media baglog, dalam waktu 3-5 hari setelah plastik baglog dirobek, badan buah jamur tiram telah tumbuh. Dengan demikian, miselium yang diawetkan dengan cara liofilisasi ini berpotensi untuk digunakan sebagai sumber bibit. (ss)

Anda berminat untuk mengikuti pelatihan budidaya jamur tiram? Silahkan hubungi 0822-9889-1144 untuk informasi lebih lanjut ?

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *