Persiapan Pembuatan Kolam Ikan Lele

Tidak ada yang salah dengan budidaya ikan lele di lahan perkotaan.  Lahan bukanlah sebuah masalah bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha budidaya ikan lele.  Ada beberapa jenis kolam yang dikenal dan dipergunakan masyarakat dalam budidaya ikan lele.  Menurut jenisnya, masing-masing kolam kolam tersebut mendapatkan pengelolaan dan perawatan yang berbeda.  Beberapa jenis kolam yang dikenal dan dipergunakan di lahan perkotaan, yaitu kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, dan kolam apung.  Penjelasan mengenai kolam-kolam yang dapat digunakan di lahan perkotaan tersebut adalah sebagai berikut.

A.  Pembuatan Kolam Tanah

Di tengah-tengah perkampungan dan pekarangan rumah seringkali kita temukan kolam tanah yang digunakan sebagai tempat budidaya ikan lele.  Salah satu keunggulan kolam tanah air tenang, yaitu kolam bisa dibuat di tempat – tempat dengan sumber air terbatas.  Selain itu, kolam tanah dibandingkan dengan kolam tembok, kolam terpal, atau akuarium yaitu kekayaan hayatinya.  Kekayaan hayati yang dimaksud adlah tanah yang menjadi dasar kolam merupakan tempat tumbuh dan berkembangnya berbagai organisme yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan alami ikan lele.

Kolam tanah yang digunakan sebagai tempat budidaya ikan lele fleksibel digunakan sebab sewaktu-waktu dapat dialih fungsikan untuk tujuan yang lain.  Biaya pembuatan kolam tanah relatif lebih murah dibanding jenis kolam lainnya.  Berikut cara pembuatan kolam tanah untuk budidaya ikan lele di lahan perkotaan.

Mengenali Tipe Kolam

Beberapa tipe kolam tanah yang perlu kita ketahui di antaranya adalah kolam tanah dengan tanggul tanah dan kolam tanah dengan tanggul tembok.

Kolam tanah dengan tanggul tanah

Kolam tanah dengan tanggul tanah membutuhkan pemeliharaan ekstra dikarenakan tanggul kolam mudah rusak dan bocor.  Tanggul tanah juga seringkali mendapat gangguan dari binatang-binatang yang suka menggali seperti kepiting.

Kolam tanah dengan tanggul tembok

Kolam tanah dengan tanggul tembok inilah yang dikenal dengan kolam semi intensif.  Kolam tanah dengan tanggul tembok memiliki kelebihan leboh awet dan tahan lama.  Tanggul kolam tidak mudah rusak diganggu binatang.

    Langkah Pertama Mengeringkan Kolam

  • Langkah pertama sebelum pembuatan kolam adalah pengeringan kolam tanah. Cara pengeringan kolam tanah dengan mengosongkan isi kolam dan menjemur dasar koam. Penjemuran daasar kolam kurang lebih berlangsung selama 3-6 hari. Penjemuran ini tergantung  cuaca dan jenis tanah.
  • Ketika penjemuran selesai dilakukan, maka tanah akan terlihat retak-retak. Hindarilah penjemuran yang terlalu lama sebab tanah akan membatu.
  • Pengukuran berhasilnya penjemuran dengan cara menginjak dasar kolam. Apabila telapak kaki hanya meninggalkan jejak sedalam kurang lebih 1 cm, pengeringan dianggap cukup.
  • Apabila jejak yang ditinggalkan masih dalam, penjemuran dianggap belumlah maksimal.
  • Fungsi pengeringan dasar kolam tanah untuk memutus siklus hidup hama dan penyakit yang mungkin ada pada periode budidaya sebelumnya.
  • Sinar matahari mematikan mikroorganisme pathogen. Selain itu, penjemuran juga membantu menghilangkan gas-gas beracun yang terperangkap di dasar kolam.

  Langkah Kedua Membajak Tanah

  • Setelah proses pengeringan tanah selesai dilakukan, langkah kedua yaitu membajak tanah. Kedalam tanah kurang lebih 10 cm. Fungsi pembajakan tanah ini agar tanah menjadi gembur.
  • Setelah membuat kedalam tanah, angkatlah lumpur hitam yang biasanya tersisa di dasar kolam. Lumpur hitam biasanya menimbulkan aroma busuk danmengandung gas beracun seperti hidrogen sullfida (H2S), nitrit (NO2 ), dan amoniak (NH3).
  • Kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pematang . Apabila terdapat kebocoran, segeralah untuk memperbaikinya dengan cara menambal.
  • Membersihkan dasar kolam dari kerikil dan sampah anorganik.

Langkah Ketiga Pengapuran Kolam

  • Menetralkan keasamaan tanah dengan memberikan kapur pertanian atau dolomit.
  • Keasamaan tanah ideal untuk budidaya ikan lele sekitar 7-8 pH.
  • Apabila keasamaan tanah kurang dari itu perlu pengapuran. Jumlah kapur yang diberikan untuk menetralkan pH kurang lebih 2 ton / ha.
  • Jumlah kapur disesuaikan dengan pH tanah dan jenis tanah. Untuk tanah yang semakin berpasir, dosis pengapurannya dikurangi.
  • Pengapuran tanah diaplikasikan bersamaan dengan pengolahan tanah. Caranya adalah kapur diaduk dengan tanah yang telah dibajak hingga merata. Kapur tercampur hingga kedalaman 10 cm.  Setelah itu, kolam didiamkan selama-2-3 hari.

Langkah Keempat Memupuk Kolam Tanah

  • Pemuppukan dilakukan setelah proses pengapuran selesai dilakukan.
  • Pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik sebagai pupuk dasar. Bisa ditambahkan dengan pupuk kimia atau penyubur tanah lainnya apabila kurang.
  • Pupuk organik dibutuhkan untuk mengembalikan kesuburan tanah. Jenis pupuk organik yang bisa digunakan, yaitu pupuk kompos atau pupuk kandang.
  • Pupuk kimia yang sering dipakai untuk dasar kolam adalah urea dan TSP.
  • Setelah selesai dipupuk, kolam tanah dibiarkan selama 1-2 minggu.
  • Selanjutnya, kolam siap untuk diisi air.

Langkah Kelima Penggenangan Kolam

  • Penggenangan kolam tanah dengan air merupakan langkah kelima atau terakhir.
  • Genangi dasar kolam dengan air setinggi 10-15 cm. Dengan kedalaman air seperti ini sinar matahari masih bisa menembus dasar kolam. Fungsinya agar berbagai macam tumbuhan dan hewan bisa berkembangbiak.
  • Biarkan kondisi tersebut selama 2-3 hari.
  • Apabila warna air terlihat kehijauan, ketinggian air bisa dinaikkan hingga 60-75 cm.
  • Kolam telah siap untuk ditebari benih ikan lele. (bs).

 

 

 

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *