Persiapan Lahan Pembibitan dalam Budi Daya Cabai

Persiapan Lahan Pembibitan dalam Budi Daya Cabai

Persiapan bibit dilakukan sebelum penanaman di lahan atau pot. Persiapannya meliputi persiapan wadah pembibitan, penyemaian benih, hingga pemeliharaan bibit.

Langkah perbaikan kultur teknik budi daya cabai secara intensif untuk meningkatkan produksi maupun kualitas hasil di antaranya penggunaan benih unggul, pemilihan lokasi, persiapan lahan, penerapan teknologi mulsa plastik hitam perak (MPHP), pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit, panen dan penanganan pascapanen, serta cara-cara lain yang khas, seperti pemasangan turus dan perempelan tunas ataupun daun. Pemilihan benih cabai varietas unggul telah dibahas di bab sebelumnya. Bab ini akan membahas tuntas mengenai tahap-tahap persiapan sebelum penanaman di lahan, baik skala luas maupun sempit (pekarangan).

Lahan Pembibitan

Penyemaian benih (pembibitan) dilakukan 1,5 bulan sebelum penanaman di lahan. Tujuan pembibitan adalah untuk mempersiapkan bibit hingga siap ditanam di lahan. Luasan lahan yang digunakan untuk pembibitan hanya sekitar 0,5% dari luas lahan penanaman. Misalnya, untuk penanaman 100 m2, diperlukan lahan pembibitan sekitar 0,5 m2.

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tempat persemaian adalah sebagai berikut.

  1. Tempat pembibitan cukup mendapatkan cahaya matahari dan tidak ternaungi.
  2. Dekat dengan sumber air.
  3. Dekat dengan areal penanaman untuk mempermudah pengangkutan bibit. Namun, tidak dianjurkan di lahan penanaman karena dikhawatirkan dapat menjadi inang hama penting cabai.
  4. Bebas dari sumber inang hama dan penyakit. Usahakan di sekitar tempat pembibitan tidak ada tanaman atau gulma yang sakit, terutama tanaman cabai atau tanaman yang satu famili dengan cabai, seperti tomat, terung dan kentang. Hindarkan dari tanaman lain yang mudah terserang hama dan penyakit, seperti melon dan semangka. (ms/ry/rd)

 

Sumber: Buku “Budidaya Cabai Panen Setiap Hari”

Penulis: Prof. Dr. Ir. Muhamad Syukur, SP, MSi, Dr. Rahmi Yunianti, SP, MSi dan Rahmansyah Dermawan, SP, MSi

 

Sebelumnya: Produksi Benih Hibrida Sendiri

Selanjutnya: Pembuatan Rumah Pembibitan

Selangkapnya: Panduan Budi Daya Cabai

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *