Persemaian dan Pembibitan

Persemaian dan Pembibitan

Persemaian dan pembibitan merupakan langkah awal dalam bercocok tanam. Keduanya perlu dilakukan sebaik-baiknya agar kelak tanaman dapat tumbuh dengan baik. Bibit yang baik akan menghasilkan tanaman yang baik pula.

Bahan yang dibutuhkan dalam persemaian yaitu media, tempat/wadah, benih, dan greenhouse. Sedangkan dalam pembibitan dibutuhkan pot transplant atau pot pembibitan.

Media yang dapat digunakan untuk persemaian benih kecil antara lain pasir halus, zeolit, sabut kelapa, atau campuran pasir gunung, arang sekam, kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1 : 1.

Bila memakai media campuran pasir, arang sekam, kompos, dan pupuk kandang maka perlu dilakukan sterilisasi terlebih dahulu. Caranya, setelah campuran tersebut tercampur merata, kemudian ditempatkan ke dalam wadah-wadah persemaian. Setelah itu, wadah disusun dalam lemari sterilisasi yang terbuat dari plat-plat besi berukuran 2 x 0,27 x 2,5 m. Lemari dihubungkan dengan pemanas. Pemanas akan bekerja dan uapnya masuk ke dalam lemari sterilisasi. Media disterilkan pada suhu 80⁰C selama 2,5 jam. Namun, kegiatan sterilisasi ini menjadi 6 jam karena untuk mencapai suhu 80⁰C diperlukan waktu 3,5 jam. Setelah steril, media didinginkan lebih dahulu sebelum dipakai.

Selain cara tersebut, sterilisasi dapat dilakukan secara sederhana yaitu dengan menyiram media memakai air panas (mendidih) secara merata. Setelah itu, media ditutup dengan plastik yang rapat sampai agak dingin. Hal ini dilakukan minimal dua kali berturut-turut sebelum media menjadi dingin.

Benih yang digunakan harus yang berkualitas baik. Lebih baik membeli benih yang telah tersedia di toko saprotan karena kualitasnya telah teruji. Apabila membuat benih sendiri maka benih tersebut harus diuji terlebih dahulu. Cara mengujinya cukup dengan merendam benih tersebut di dalam air. Benih yang baik akan tenggelam, sebaliknya benih yang tidak baik akan terapung.

Sebagai tempat atau wadah persemaian digunakan bak kayu atau tray yang berukuran 100 x 150 x 10 cm. Dasar bak diberi plastik untuk menahan air siraman dan mencegah masuknya serangga atau hama lainnya.

Persemaian tidak boleh terkena siraman air hujan atau sinar matahari langsung sehingga perlu naungan. Naungan dapat berupa greenhouse plastik yang tingginya sekitar 1 m. Setengah bagian greenhouse diberi dinding plastik agar persemaian tidak terkena percikan air hujan. Plastik greenhouse untuk persemaian harus dapat menahan sinar matahari lebih banyak guna merangsang pertumbuhan kecambah.

Persemaian dan pembibitan dapat dilakukan secara bersamaan atau terpisah. Untuk bibit yang besar seperti mentimun, persemaian dan pembibitan dilakukan pada satu tempat. Persemaian dan pembibitan dilakukan secara terpisah untuk bibit yang kecil seperti paprika dan tomat. (hp/yhi)

Anda berminat untuk mengikuti pelatihan hidroponik di pekarangan? Silahkan hubungi 0822-9889-1144 untuk informasi lebih lanjut ?

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *