Persemaian dan Pembibitan Benih Kecil (Paprika dan Tomat)

Persemaian dan pembibitan benih kecil biasanya dibedakan karena setelah tanaman berkecambah jarak tanamnya terlalu rapat sehingga perlu dipindah ke tempat yang lebih besar agar tumbuh dengan leluasa.

lubangi-rockwool

Persemaian

Persemaian paprika dan tomat dapat dilakukan sebagai berikut.

  • Wadah semai diisi dengan media yang telah dilembapkan setebal 5-7 cm kemudian diratakan permukaannya.
  • Buat alur-alur membujur sedalam 0,5-1 cm dengan jarak antaralur 1,5-2 cm.
  • Letakkan benih di dalam alur dengan jarak antarbiji kira-kira 1 cm.
  • Di atas benih ditimbun media semai setebal 3-5 mm. Agar penimbunan ini merata dapat digunakan ayakan yang berlubang besar.
  • Permukaan media tersebut ditutup dengan kain tisu yang telah dibasahi. Kemudian wadah semai ini disimpan dalam greenhouse atau tempat yang mempunyai kelembapan 70-85% dan suhu 25-30⁰C. Bila kelembapan berkurang, persemaian tersebut dapat disemprot air dengan menggunakan handsprayer.
  • Cara lain yaitu dengan menutup wadah menggunakan plastik transparan agar kelembapan tetap terjaga dan persemaian menjadi lebih gelap.
  • Bila semua daun kecambah telah membuka, tutup plastik dibuka.
  • Agar pertumbuhan benih baik, wadah semai perlu dijemur sinar matahari pagi sekitar 1-2 jam.
  • Bibit dipindahkan bila dua daun telah membuka.

menanam-hidroponik

Pembibitan

Pembibitan perlu dilakukan setelah benih tumbuh menjadi bibit. Umumnya bibit paprika dan tomat dipindahkan dari persemaian ke pembibitan setelah kecambah tumbuh 15-17 hari atau tinggi kecambah 2-3 cm. Cara memindahkan bibit tersebut adalah sebagai berikut:

  • Kecambah dicabut dengan tangan atau alat seperti garpu dengan hati-hati. Diusahakan akar kecambah tidak rusak.
  • Wadah bibit yang berupa pot atau plastik berdiameter 8-10 cm, diisi media yang bagian tengahnya dilubangi sebesar diameter perakaran kecambah dengan menggunakan kayu (chopstick) atau pensil. Bila menggunakan wadah plastik, sebelum digunakan bagian bawah perlu dilubangi untuk keluarnya air penyiraman.
  • Kecambah ditanam/dimasukkan ke dalam lubang tersebut, kemudian ditimbun dengan media secara hati-hati.
  • Penyiraman dilakukan 5-6 kali sehari dengan menggunakan spayer atau gembor berlubang halus. Air siraman dapat diberi larutan hara yang sama dengan tanaman dewasa, hanya dosisnya dikurangi setengahnya. (hp/yhi)

Anda berminat untuk mengikuti pelatihan hidroponik di pekarangan? Silahkan hubungi 0822-9889-1144 untuk informasi lebih lanjut ?

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *