Perbaikan Gizi Keluarga Yatim dan Dhuafa

Perbaikan Gizi Keluarga Yatim dan Dhuafa

Latar Belakang

Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) yang Menginisiasi Program Perbaikan Gizi untuk Keluarga Dhuafa

Indonesia merupakan negeri yang kaya akan sumber daya alam yang melimpah, kita harus bangga telah diciptakan oleh Yang Maha Kuasa sebagai bangsa Indonesia. Negeri Indonesia terletak di daerah khatulistiwa yang mendapatkan nikmat berupa pancaran sinar matahari sepanjang tahun, tidak semua negara mengalami hal yang sama seperti yang dialami Indonesia. Kondisi ini merupakan salah satu hal yang menjadikan alam Indonesia begitu kaya nan elok.

Letak geografis Indonesia yang strategis ini didukung oleh potensi alamnya yang menakjubkan seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh sumber daya manusianya. Kenyataannya, hal yang tidak diharapkan terjadi di negeri ini. Berbagai permasalahan muncul silih berganti, mulai dari korupsi, bencana alam, isu politik, hingga perebutan kekuasaan yang samar bak bayangan yang tercipta dari suatu benda yang terkena cahaya temaram. Hal fundamental yang mendasari berbagai permasalahan ini tidak lain adalah masalah gizi karena asupan zat gizi turut memengaruhi perkembangan mental, fisik dan psikologis manusia.

Berbagai kebijakan dan upaya telah dilakukan oleh pemerintah dalam mengatasi masalah gizi, namun sampai saat ini Indonesia masih mengalami masalah gizi yang turut memengaruhi timbulnya permasalahan lainnya. Berdasarkan data Riskesdas (2010), sekitar 17.9% anak balita mengalami gizi kurang (underweight), 36% mengalami kependekan (stunting), 5.8% mengalami gizi lebih (overweight). Selain itu, diperkirakan 20 – 40% anak, remaja dan wanita hamil mengalami anemia dan defisiensi berbagai zat gizi mikro lainnya. Indikasi penyebab hal ini adalah pola kebiasaan konsumsi masyarakat Indonesia yang cenderung mengonsumsi pangan hewani, sayur dan buah dalam jumlah sedikit. Berbagai faktor menyebabkan terciptanya pola konsumsi ini di antaranya kebiasaan sejak kecil maupun keterbatasan akses terhadap pangan yang memaksa masyarakat tertentu untuk mengonsumsi pangan hewani, sayur maupun buah dalam jumlah sedikit karena harga ketiga jenis pangan ini relatif mahal.

Perlu diciptakan suatu inovasi dan kreasi yang dapat mengurangi permasalahan gizi yang sedang terjadi di negeri ini. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah mengemban amanah untuk menyelenggarakan perbaikan gizi masyarakat dan juga meningkatkan konsumsi pangan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dan mendukung agar masyarakat dapat hidup sehat, aktif juga produktif. Salah satu cara yang dilakukan pemerintah adalah dengan menggencarkan pentingnya ‘seribu hari pertama kehidupan’ atau yang menurut istilah PBB disebut sebagai SUN (Scale Up Nutrition).

Inovasi perbaikan gizi dan kreasi dalam menciptakan produk pangan yang dapat memenuhi kebutuhan zat gizi yang diperlukan oleh ibu hamil maupun anak bayi perlu ditingkatkan, misalnya dengan menciptakan produk pangan yang lezat namun mengandung zat gizi besi yang cukup. Hal ini dilatarbelakangi oleh gejala yang terjadi pada ibu hamil yaitu menurunnya nafsu makan. Dengan diciptakannya produk pangan ini, diharapkan tidak hanya nafsu makan yang bertambah namun juga akan tercukupinya kebutuhan zat besi ibu sehingga probabilitas terjadinya anemia gizi besi dapat ditekan. Ibu hamil yang menderita anemia cenderung berisiko rawan terhadap keselamatan ibu dan bayi ketika ibu melahirkan. Dengan memperhatikan kesehatan dan asupan makanan ibu hamil maka kebutuhan zat gizi ibu dan bayi dapat diatur dan dijaga. Apabila hal ini dilakukan secara kontinu maka akan lahirlah bayi-bayi dengan selamat yang cukup gizi dan akan tumbuh menjadi pribadi yang berkompeten, memiliki intelektualitas dan produktivitas yang tinggi, serta akhlak dan budi pekerti yang baik yang nantinya diharapkan mampu membawa negeri ini ke arah yang lebih baik.

Aksi Nyata

Daqu Agrotechno sebagai salah satu lembaga otonom Daarul Qur’an berupaya untuk turut andil dalam mengatasi permasalahan ini. Daqu Agrotechno menyelenggarakan beberapa program pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian sebagai salah satu upaya untuk menghasilkan produk pertanian yang berkualitas tinggi dan bergizi. Salah satu program yang telah dilakukan dan masih berjalan adalah pemberdayaan terhadap petani. Para petani mendapatkan bimbingan dan pendampingan mengenai teori dan praktek bagaimana cara bertani yang baik sehingga akan menghasilkan produk pertanian unggul. Hal ini secara tidak langsung akan mengangkat perekonomian petani yang terlibat dalam program pemberdayaan ini. Selain itu, petani juga mendapatkan bimbingan rohani. Harapannya adalah para petani ini bisa turut menjadi penghafal Qur’an sehingga para petani bimbingan program pemberdayaan Daqu Agrotechno juga memiliki keunggulan dalam hal rohani.

Menilik permasalahan gizi yang sedang dan masih dialami oleh bangsa ini, Daqu Agrotechno menggagas program lain terkait isu perbaikan gizi masyarakat Indonesia melalui Program Perbaikan Gizi Keluarga Dhuafa.

Tujuan Program

Meningkatkan perbaikan gizi keluarga dhuafa dan melatih kepedulian terhadap sesama.

Output

  1. Adanya penyaluran bahan makanan berupa beras sehat dan daging qurban maupun aqiqah ke keluarga dhuafa
  2. Peningkatan status gizi keluarga dhuafa

Kegiatan

Program ini terdiri atas beberapa project di antaranya:

  1. Sedekah beras sehat untuk yatim dan dhuafa
  2. Qurban untuk perbaikan gizi dhuafa
  3. Aqiqah untuk perbaikan gizi dhuafa

Daqu Agrotechno sebagai lembaga otonom yang juga peduli terhadap bidang sosial akan menyalurkan donasi untuk sedekah beras dari berbagai pihak baik perseorangan maupun institusi. Selain itu, diberikan kesempatan juga bagi pihak yang ingin berqurban maupun beraqiqah melalui Daqu Agrotechno. Daging qurban maupun aqiqah ini akan disalurkan kepada keluarga dhuafa.

Penerima Manfaat

Penerima manfaat dari program ini adalah kaum dhuafa karena mereka dipandang lebih layak untuk menjadi sasaran program perbaikan gizi keluarga dari segi ekonomi. Harapan ke depannya, jumlah sasaran program ini kian meningkat sehingga status gizi masyarakat Indonesia perlahan namun pasti dapat meningkat. Dengan demikian Indonesia juga dapat berkontribusi dalam program SUN yang dicanangkan oleh PBB.

Bagi yang ingin menjadi Mitra Program selaku Donatur atau Mitra Program Perbaikan Gizi Keluarga Dhuafa, bisa menghubungi kami lebih lanjut di telepon/SMS/WA: 0822-9889-1144

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *