Penyiraman Tanaman Hidroponik

Penyiraman Tanaman Hidroponik

Perawatan tanaman hidroponik meliputi penyiraman, pemangkasan, penyerbukan buatan, pengikatan, pemberian zat tumbuh, serta pengendalian hama dan penyakit.

1. Penyiraman

Tanaman harus disiram secara rutin untuk memenuhi kebutuhan tanaman akan air dan nutrien karena air yang disiramkan sekaligus mengandung nutrien. Pemberian air dapat dilakukan dengan cara manual, mengandung sprinkel, atau menggunakan drip irrigation system.

Ramuan atau resep yang dapat diberikan untuk tanaman tomat, paprika, dan mentimun adalah sebagai berikut.

a). Resep Theo Hadinata untuk tomat

Bahan a:

0,918 L HNO3 (38%)

22.275 kg Ca(NO3)2

378 g Fe DTPA

Bahan b:

0,783 L H3PO4 (59%)

10,908 kg KNO3

11,637 kg MgSO4

9,8 kg K2SO4

4,59 kg KH2PO4

45,9 g MnSO4

37,8 g ZnSO4

64,8 g Borax

5,4 g CuSO4

3,24 g NaMo

Bahan c: 290 g Urea

Cara pembuatan:

Masing-masing bahan tersebut dilarutkan dalam 90 L air dalam wadah terpisah. Dari setiap larutan diambil 1 L (bila akan digunakan) dan dimasukkan dalam tangki yang telah berisi 297 L air. Pencampuran tidak boleh dalam konsentrasi pekat untuk mencegah terjadinya reaksi. Pencampuran baru dilakukan pada saat melakukan pemupukan.

 

b). Resep Theo Hadinata untuk paprika

Bahan a:

0,918 L KNO3

21,6 kg Ca(NO3)2

378 g Fe (DTPA)

Bahan b:

0,783 L H2PO4

17,064 kg KNO3

9,99 kg MgSO4

4,59 kg KH2PO4

45,9 g MnSO4

37,8 g ZnSO4

64,8 g Borax

5,4 g CuSO4

3,24 g NaMo

Bahan c: 145 g Urea

Cara pembuatan: sama dengan cara pembuatan resep untuk tomat.

 

c). Resep Theo Hadinata untuk mentimun

Bahan a:

0,918 L KNO3

20,25 kg Ca(NO3)2

378 g Fe (DTPA)

Bahan b:

0,783 L H3PO4

18,414 kg KNO3

8,316 kg MgSO4

0,648 L MgNO3

4,59 kg KH2PO4

45,9 g MnSO4

37,8 g ZnSO4

64,8 g Borax

5,4 g CuSO4

3,24 g NaMo

Bahan c: 290 g Urea

Cara pembuatan: sama dengan cara pembuatan resep untuk tomat.

Penyiraman secara manual cukup dengan menyiramkan air sebanyak 150-200 cc per tanaman. Penyiraman tersebut dilakukan 8-10 kali dalam sehari. Banyaknya penyiraman ini tergantung dari cuaca dan umur tanaman. Pada saat cuaca mendung atau hujan, cukup disiram 8 kali sehari. Semakin panas cuacanya semakin banyak frekuensi penyiramannya.

Penyiraman dengan sprinkel/semprot hampir sama dengan penyiraman manual, tetapi caranya berbeda. Penyiraman dengan drip irrigation system atau sistem tetes lebih efektif dibandingkan sistem manual dan sprinkel, terutama untuk usaha skala besar. Banyaknya volume dan frekuensi penyiraman dengan sistem ini juga dipengaruhi oleh cuaca dan umur tanaman. Pada cuaca yang semakin panas tanaman membutuhkan lebih banyak penyiraman untuk menggantikan air yang menguap. Tanaman yang berumur muda juga membutuhkan jumlah air yang lebih sedikit. Misalnya, pada cuaca cerah paprika dan tomat berumur 3 minggu membutuhkan air 50-75 cc per tanaman per sekali siram dan yang berumur 2 bulan membutuhkan 150-200 cc sekali siram. Lama setiap penyiraman 7-20 menit, sedangkan frekuensinya 30-40 kali sehari. (hp/yhi)

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *