Penyakit pada Sawi dan Selada

Penyakit Sawi

Virus mosaik turnip

Gejala

Daun berwarna belang-belang (seperti mosaik) antara hijau tua dengan hijau muda sampai kuning. Warna tulang daun juga berubah menjadi lebih muda.

Penyebab

Yang menyebabkan adanya gejala ini adalah virus mosaik turnip (Turnip Mosaic Virus atau TuMV). Virus ini tahan berada di tanaman yang sakit sampai 4 hari. Sebagai penyebar virus ini adalah kutu daun Aphis craccivora atau Myzus persicae.

Pengendalian

Penyakit yang disebabkan virus sangat susah dikendalikan. Pengendalian yang dapat dilakukan yaitu tanaman yang sakit dicabut serta dibakar, kutu daun diberantas, dan kebersihan lahan dijaga dengan baik.

Penyakit Selada

a. Bercak daun

dsc08135

Penyakit bercak daun pada selada yang disebabkan oleh jamur Cercospora longissima

Gejala

Daun tampak bebercak cokelat basah. Mula-mula bercak tersebut di bagian tepi kemudian meluas ke tengah. Di tengah-tengah bercak tersebut ada bintik-bintik hitam. Gejala ini banyak ditemui pada tanaman selada.

Penyebab

Sebagai penyebab gejala di atas adalah jamur Cercospora longissima. Penyakitnya disebut bercak daun.

Pengendalian

Sebagai tindakan pencegahan, dilakukan pergiliran tanaman. Bila tanaman telah terserang, daun dipangkas dan kemudian dibakar. Pemberantasan juga dapat dilakukan dengan menggunakan fungisida, seperti Tiezene 80 WP, P.P. Zineb 80 WP, atau Velimex 80 WP dengan dosis 2-2,5 g/L air dan volume semprot 400-800 L/ha.

b. Busuk daun

bremla3

Gejala penyakit busuk daun pada selada yang disebabkan oleh jamur Bremia lactucae

Gejala

Gejala pertama tampak dengan adanya bercak bersudut yang berwarna hijau muda pucat sampai kuning. Bercak tersebut kemudian berhubungan satu dengan yang lain sehingga melebar. Di bawahnya terlihat ada gambaran seperti rambut. Serangan yang hebat dapat menyebabkan tanaman kerdil.

Penyebab

Penyakit dengan gejala di atas dikenal dengan nama busuk daun. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Bremia lactucae. Jamur ini hidup dengan baik di dataran tinggi dengan suhu 1-19⁰C atau suhu optimal 15-17⁰C dan kelembapan sekitar 90%. Dalam kondisi lingkungan seperti itu, umur jamur ini tergolong lama yaitu dapat hidup dari musim ke musim.

Pengendalian

Jamur dapat diberantas dengan menyemprotkan fungisida yang berbahan aktif zineb atau maneb. Misalnya, Tiezene 80 WP, Vondozeb 75 WP, atau Velimex 80 WP. Dosis pemberian seperti pada label fungisida tersebut.

c. Busuk rhizoctonia

5368552

Daun ini mempunyai bercak cokelat yang mengendap. Lama kelamaan bercak tersebut basah, berlendir, dan busuk. Penyakit bottom root ini disebabkan oleh jamur Rhizoctonia solani

Gejala

Daun yang tua atau dekat dengan tanah sering terserang gejala ini. Daun tersebut mempunyai bercak cokelat yang mengendap. Lama kelamaan bercak tersebut basah, berlendir, dan busuk. Gejala ini menular dengan cepat di lingkungan yang lembap.

Penyebab

Penyakit dengan gejala di atas dikenal dengan penyakit busuk rhizoctonia atau bottom root. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Rhizoctonia solani. Jamur ini banyak ditemukan di permukaan tanah dengan miselium berwarna putih dan kelihatan seperti sarang laba-laba. Penularan ke daun selada terjadi bila daun bersinggungan dengan tanah atau tertular lewat air yang mengandung jamur tersebut.

Pengendalian

Pengendalian yang dapat dilakukan hanya dengan mengatur jarak tanam agar tidak terlalu dekat, menghilangkan daun-daun yang bersinggungan dengan tanah, dan mengatur pergiliran tanaman. di Filipina pencegahan penyakit ini dilakukan dengan cara penyemprotan fungisida Terrachlor untuk tanaman yang masih kecil. Pemberian fungisida tersebut dilakukan dengan selang waktu 10-12 hari.

d. Busuk basah

erwinia_carotovora

Gejala penyakit busuk basah yang disebabkan oleh bakteri Erwinia carotovora pv carotovora

Gejala

Daun bebercak cokelat dan basah. Bila keadaan lembap, bercak tersebut menyebar dan menimbulkan bau yang tidak sedap. Dalam bercak tersebut terdapat butir-butir putih yang diperkirakan penyebab penyakit. Tanaman yang banyak diserang adalah selada.

Penyebab

Gejala di atas disebabkan oleh bakteri Erwinia carotovora pv carotovora. Penyakit yang ditimbulkan disebut penyakit busuk basah. Bakteri ini hidup di lingkungan yang lembap dan suhu tinggi. Infeksi ke tanaman melalui stomata, lentisel, hidatoda, dan luka.

Pengendalian

Pencegahan dapat dilakukan dengan mengatur jarak tanam agar tidak terlalu rapat, menjaga kebersihan kebun, menghindarkan terjadinya luka sewaktu pemeliharaan, penyimpanan, dan pengangkutan, mencuci hasil panen dengan klorin atau borax 7,5%, serta mengurangi kelembapan di dalam gudang pendinginan. (hp/yhi)

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *