Penyakit pada Paprika

a. Bercak daun

50973-large

Bercak daun yang disebabkan oleh jamur Cercospora capsisi

 

bercak-daun-7

Daun mengalami serangan lanjutan dengan gejala berlubangnya bagian tengah bercak, kemudian daun menguning dan layu

Gejala

Mula-mula daun bebercak cokelat dengan bagian tengah berwarna kuning pucat sampai putih. Bercak tersebut umumnya berdiameter 0,5 cm. Serangan selanjutnya ditandai dengan berlubangnya bagian tengah bercak, kemudian daun menguning dan layu. Selain menyerang daun, bercak juga dapat menyerang batang, tangkai daun, dan tangkai buah, walaupun dalam jumlah yang lebih sedikit.

phytophthora-capsici

Tangkai buah paprika pun bisa mengalami serangan jamur Cercospora capsisi

Penyebab

Penyebabnya adalah jamur Cercospora capsisi. Jamur ini banyak menyerang tanaman cabai. Dalam masa istirahatnya, jamur ini dapat tinggal dalam biji atau tanaman yang sakit selama satu musim.

Pengendalian

Cara untuk mengendalikan serangan ini dengan membuat drainase yang baik dan menjaga kebersihan kebun. Selain itu, dapat dilakukan penyemprotan dengan menggunakan fungisida. Jenis fungisida yang dapat digunakan antara lain Masalgin 50 WP dengan dosis 1-2 g/L air dan volume semprot 500-700 L/ha, Antracol 70 WP dengan dosis 2 g/L air dan volume semprot 300-800 L/ha, serta Topsin M 70 WP dengan dosis 2 g/L air.

b. Antraknosa

virus2_600px

Antraknosa yang ditandai dengan bercak cokelat kehitaman pada daun, kemudian bercak tersebut meluas dan membusuk

Gejala

Pada buah terdapat bercak cokelat kehitaman, kemudian, bercak tersebut meluas dan membusuk. Di bagian tengah bercak terdapat titik-titik hitam yang merupakan jamur penyebabnya. Gejala selanjutnya buah akan mengerut, kering dan gugur. Serangan ini tidak hanya di kebun/lapangan, tetapi juga menyerang buah di tempat penyimpanan.

anthracnose

Antraknosa pada buah paprika yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum capsisi

Penyebab

Sebagai penyebab penyakit ini adalah jamur Colletotrichum capsisi. Serangan jamur ini biasanya banyak menimbulkan kerugian karena menurunkan kualitas di penyimpanan. Umumnya, penyakit ini menyerang pada musim hujan.

Pengendalian

Sebagai pencegahan sebelum tanam dapat dilakukan dengan merendam benih dalam tiram 0,2%, misalnya Benlate T 20/20 WP. Pengendalian setelah tanam dapat dilakukan dengan menyemprotkan fungisida. Contoh fungisida yang dapat dipakai yaitu Antracol 2 g/L dengan volume semprot 300-800 L/ha, Delsene MX-200 dengan dosis 1-2 g/L dan volume semprot 400-800 L/ha, atau Velimex dengan dosis 2-2,5 g/L dan volume semprot 400-800 L/ha.

c. Layu Fusarium

Gejala

Pada mulanya tulang daun menguning. Selanjutnya gejala ini menyebar ke helaian daun dan tangkai daun sehingga daun gugur. Serangan yang hebat terjadi bila batang telah terserang dan tanaman pun menjadi layu serta mati. Bila tanaman sempat berbuah, umumnya buah yang dihasilkan akan berukuran kecil-kecil. Serangan yang terjadi pada tanaman muda akan menyebabkan tanaman kerdil. Gejala akan lebih jelas bila batang tanaman dipotong melintang. Dalam potongan itu akan tampak berkas pembuluh yang dilingkari oleh cincin berwarna cokelat.

Penyebab

Penyebab penyakit ini adalah jamur Fusarium oxysporum. Penyakit ini sering ditemukan dan banyak menimbulkan kerugian. Jamurnya hidup di dalam tanah sehingga yang terserang lebih dahulu sebenarnya akar tanaman, baru kemudian menjalar ke seluruh bagian.

Pengendalian

Pengendalian yang tepat sampai saat ini belum ditemukan, hanya dapat disarankan untuk menanam bibit yang sehat. Lebih baik sebelum menanam, akar bibit dicelupkan ke dalam larutan benomyl dengan dosis 1.000 ppm. (hp/yhi)

Anda berminat untuk mengikuti pelatihan hidroponik ? Silahkan hubungi 0822-9889-1144 untuk informasi lebih lanjut ?

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *