Penyakit pada Mentimun

a. Busuk daun

Gejala penyakit downy mildew pada tanaman mentimun yang disebabkan oleh jamur Pseudoperonospora cubensis

Gejala penyakit downy mildew pada tanaman mentimun yang disebabkan oleh jamur Pseudoperonospora cubensis

Gejala

Daun bebercak kuning di permukaan bagian atas. Pada daun bagian bawah terdapat bulu-bulu berwarna ungu. Daun nantinya akan gugur.

Penyebab

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Pseudoperonospora cubensis. Penyakit yang disebut juga dengan “downy mildew” menyebabkan kerugian yang besar, sekitar 5-20%. Penyebaran penyakit didukung oleh keadaan lingkungan yang mempunyai kelembapan 100% dan suhu 10-28⁰C (suhu optimum 16-22⁰C).

Pengendalian

Pencegahan dan pengendalian dapat dilakukan dengan mengatur jarak tanam agar tidak terlalu dekat sehingga kelembapan udara dapat berkurang. Tanaman yang sakit segera dibuang/dibersihkan atau disemprot dengan fungisida Velimex 80 WP dengan dosis 2-2,5 g/L dan volume semprot 400-800 L/ha.

b. Antraknosa

Gejala penyakit antraknosa yang dialami tanaman mentimun disebabkan oleh jamur Colletrotrichum langenarium

Gejala penyakit antraknosa yang dialami tanaman mentimun disebabkan oleh jamur Colletrotrichum langenarium

Gejala

Mulanya daun bebercak cokelat kecil yang dimulai dari tulang daunnya, kemudian meluas ke helaian daun. Oleh karena perkembangan jaringan yang terkena bercak lebih lambat maka daun menjadi bergelombang. Daun yang terserang berat akan segera mati. Selain menyerang daun, penyakit ini juga menyerang batang dan tangkai buah. Pada batang dan tangkai buah, bercak tampak memanjang dan kebasahan.

Penyebab

Penyakit yang disebut antraknosa ini disebabkan oleh jamur Colletrotrichum langenarium. Jamur ini dapat bertahan hidup pada tanaman yang telah mati. Lingkungan yang disukai mempunyai suhu 22-27⁰C serta keadaannya lembap.

Pengendalian

Pencegahan dan pengendalian yang dapat dilakukan yaitu dengan menanam bebih yang baik atau sebelumnya benih direndam dalam larutan berbahan aktif tiram seperti Benlate T 20/20 WP. Selain itu, tanaman dapat disemprot dengan Velimex 80 WP dengan dosis 2-2,5 g/L air dan volume semprot 400-800 L/ha atau Difolatan 4 F dengan dosis 2-3 cc/L air.

c. Virus mosaik

Tulang daun menjadi kuning. Helaian di sela tulang daun menjadi belang antara hijau tua dan hijau muda. Gejala awal penyakit virus mosaic pada tanaman mentimun

Tulang daun menjadi kuning. Helaian di sela tulang daun menjadi belang antara hijau tua dan hijau muda. Gejala awal penyakit virus mosaic pada tanaman mentimun

Gejala

Tulang daun menjadi kuning. Helaian di sela tulang daun menjadi belang antara hijau tua dan hijau muda. Pertumbuhan daun menjadi terhambat sehingga lebih kecil dibandingkan daun sehat. Umumnya buah yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan buah yang sehat.

Kenampakan buah mentimun yang mengalami penyakit virus mosaic

Kenampakan buah mentimun yang mengalami penyakit virus mosaic

Penyebab

Penyebabnya adalah virus mosaik mentimun atau Cucumber mosaic virus (CMV). Infeksi virus ini dibantu oleh kutu daun Aphis sp. dan Myzus persicae. Penyebaran virus ini dibantu oleh serangga, manusia, dan Nematoda.

Pengendalian

Cara pengendalian untuk virus belum ditemukan. Pengendalian yang dapat dilakukan hanya dengan menjaga kebersihan kebun, kebersihan alat pertanian, memberantas vektor virus (kutu daun), dan mencabut serta membakar tanaman yang sakit.

d. Layu fusarium

Lihat penyakit layu Fusarium pada tanaman paprika. (hp/yhi)

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

 

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *