Pengolahan Tanah untuk Pertanaman Cabai

Foto: rebanas.com

Pengolahan tanah bertujuan untuk menggemburkan tanah, memperbaiki aerasi dan drainase tanah, serta mengendalikan gulma. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan pembajakan tanah, penghalusan tanah, dan pembuatan bedengan.

Pembajakan merupakan proses pembalikan tanah sehingga tanah bagian dalam terangkat ke permukaan. Setelah pembajakan, proses selanjutnya adalah penghalusan tanah. Tujuannya agar diperoleh tanah yang remah (gembur). Penghalusan tanah dapat bersamaan dengan pembuatan bedengan. Adapun cara pengolahan tanah adalah sebagai berikut.

  1. Bersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman dan sampah. Buang jauh-jauh sisa-sisa tanaman atau gulma yang sakit, terutama babadotan dan puteri malu (merupakan inang penyakit keriting gemini virus).
  2. Bajak atau cangkul tanah sedalam 30-50 cm. Hasil pembajakan tanah umumnya berupa bongkahan tanah berukuran relatif besar. Biarkan bongkahan terkena sinar matahari dan hujan selama satu minggu untuk mengurangi zat beracun dan patogen tertentu dalam tanah.
  3. Gemburkan tanah sedalam kira-kira 20 cm secara merata sebelum dibuat bedengan. Buang bahan-bahan yang keras, seperti batu dan kayu agar tidak merusak mulsa plastik hitam perak.
  4. Buat bedengan dengan lebar 100-110 cm, panjang 10-15 m, tinggi 30-40 cm, dan jarak antarbedengan 50 cm. Atur bedengan sehingga membujur (memanjang) dari arah timur ke barat. Tujuannya agar penerimaan cahaya matahari terjadi secara merata ke seluruh tanaman. Buatlah bedengan serapi mungkin. Haluskan bongkahan tanah di atas bedengan agar tidak mengganggu mulsa plastik. Beri pupuk kandang, kapur, dan pupuk dasar sebelum bedengan ditutup mulsa.
  5. Buat saluran drainase di sekeliling lahan pertanaman dengan kedalaman 70 cm dan lebar 60 cm. (ms/ry/rd)

 

Sumber: Buku “Budidaya Cabai Panen Setiap Hari”

Penulis: Prof. Dr. Ir. Muhamad Syukur, SP, MSi, Dr. Rahmi Yunianti, SP, MSi dan Rahmansyah Dermawan, SP, MSi

 

Sebelumnya: Pemeliharaan Pembibitan

Selanjutnya: Pengapuran Tanah

Selangkapnya: Panduan Budi Daya Cabai

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *