Pengendalian Penyakit Busuk Lunak Bakteri pada Tanaman Cabai

Pengendalian Penyakit Busuk Lunak Bakteri pada Tanaman Cabai

Penyebab penyakit busuk lunak bakteri ini disebabkan oleh bakteri Erwinia carotovora (Jones) Bergey et al. var. carotovora. Gejala serangan dapat dimulai dari terjadinya bercak lunak berukuran kecil di tempat infeksi, baik di batang, tangkai, kelopak buah, maupun kulit buah. Pembusukan berkembang secara cepat ke seluruh buah.

Gejala busuk buah umumnya diawali dengan warna pucat, seperti sengatan matahari. Bagian dalam buah menjadi busuk lunak dan berlendir. Lendir ini dapat keluar dari dalam buah, menguap dalam waktu beberapa hari, seluruh bagian buah menjadi kering, dan hanya tinggal kulit menyerupai kantung. Infeksi bakteri pada buah dapat dipacu oleh gigitan ulat buah sehingga serangan penyakit akan menjadi lebih cepat berkembang.

Pengendalian penyakit busuk lunak bakteri sebagai berikut.

  • Atur kelembapan lingkungan pertanaman dengan cara pengaturan drainase dan jarak tanam. Jarak tanam rapat dapat menyebabkan kelembapan terlalu tinggi, terutama di musim hujan.
  • Musnahkan bagian tanaman yang terinfeksi. Segera cuci tangan setelah memegang tanaman sakit. Usahakan tidak memegang tanaman (bagian tanaman) yang sehat setelah memusnahkan bagian tanaman yang sakit.
  • Lakukan pergiliran tanaman yang bukan tanaman inang busuk bakteri. Gunakan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobakteri) sebagai kocoran di sekitar perakaran.
  • Jika serangan sudah berat, semprotkan bakterisida Agrept 20 WP, Bactomycin 15/5, atau Agrimycin. (ms/ry/rd)

 

Sumber: Buku “Budidaya Cabai Panen Setiap Hari”

Penulis: Prof. Dr. Ir. Muhamad Syukur, SP, MSi, Dr. Rahmi Yunianti, SP, MSi dan Rahmansyah Dermawan, SP, MSi

Sebelumnya: Pengendalian Penyakit Bercak Daun Cercospora pada Tanaman Cabai

Selanjutnya: Pengendalian Penyakit Daun Keriting Kuning (Begomovirus) pada Tanaman Cabai

Selangkapnya: Panduan Budi Daya Cabai

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *