Pengendalian Gulma dalam Budi Daya Cabai

Pengendalian Gulma dalam Budi Daya Cabai

Pengendalian gulma dilakukan pada gulma di parit maupun lubang tanam secara rutin. Gulma yang tumbuh di lubang tanam harus segera dibersihkan karena akan berkompetisi dengan tanaman dalam penyerapan hara, air, oksigen, CO2, dan cahaya matahari. Kompetisi ini dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi terganggu. Gulma yang dapat pula menjadi inang hama dan penyakit tanaman. Gulma dapat menjadi inang hama dan penyakit misalnya babadotan dan putri malu yang merupakan inang penyakit keriting kuning

Berikut beberapa kegiatan pengendalian gulma

  • Bersihkan gulma di lubang tanam secara teratur dan sesegera mungkin. Lakukan dengan mencabutnya atau menggunakan alat bantu, seperti kored atau alat pencungkil.
  • Bersihkan gulma di parit dengan menggunakan cangkul atau kored.
  • Bumbun bedengan yang terkikis karena hujan atau penyiraman.

Akibat kekurangan air pada tanaman cabai

  • Saat fase vegetatif: pertumbuhan cabang dan daun terganggu, daun berukuran kecil serta pucat.
  • Saat fase generatif: kerontokan bunga, bakal buah, dan buah sehingga menurunkan hasil.

Akibat kelebihan air pada tanaman cabai

  • Pada tanaman muda: perakaran membusuk dan berakibat kematian tanaman.
  • Pada tanaman berbunga dan berbuah: bunga dan buah rontok serta meningkatkan perkembangan patogen tanaman yang disebabkan oleh cendawan dan bakteri, seperti Fusarium, Phytopthora, Colletotrichum, dan Ralstonia. (ms/ry/rd)

 

Sumber: Buku “Budidaya Cabai Panen Setiap Hari”

Penulis: Prof. Dr. Ir. Muhamad Syukur, SP, MSi, Dr. Rahmi Yunianti, SP, MSi dan Rahmansyah Dermawan, SP, MSi

 

Sebelumnya: Pengairan dalam Budi Daya Cabai

Selanjutnya: Penentuan Rumah Tanaman Cabai

Selangkapnya: Panduan Budi Daya Cabai

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *