Pengaturan Jarak Tanam dalam Budi Daya Cabai

Pengaturan Jarak Tanam dalam Budi Daya Cabai

Pengaturan jarak tanam penanaman cabai berpengaruh terhadap keadaan iklim mikro di sekitar tanaman dan penerimaan cahaya matahari oleh tanaman. Jarak tanam yang terlalu rapat menyebabkan kepadatan tanaman lebih tinggi karena jumlah populasi tanaman persatuan luas lahan lebih banyak. Populasi yang terlalu padat akan meningkatkan kelembapan udara di sekitar tanaman dan mendukung kehidupan organisme pengganggu, terutama cendawan dan bakteri. Selain itu, jarak tanam yang terlalu rapat menyebabkan penerimaan cahaya matahari oleh tanaman tidak merata dan kompetisi yang terlalu tinggi dalam memanfaatkan ruang tanah.

Cara pengaturan jarak tanam dan pembuatan lubang tanam

1. Siapkan alat pembuat lubang tanam

Alat pembuat lubang tanam terbuat dari kaleng susu berdiameter 10 cm atau plat besi pemanas berbentuk tabung berdiameter 10 cm dan tinggi 20 cm. Alat ini digunakan untuk melubangi mulsa plastik.

2. Panaskan alat pembuat lubang tanam

Panaskan alat pelubang dengan bara api sebelum digunakan. Usahakan api tidak menyala saat alat digunakan.

3. Buat lubang tanam

Buatlah lubang tanam sesuai dengan jarak tanam yang diinginkan. Agar jarak tanam rapi, gunakan tali rafia yang telah diberi tanda sesuai dengan jarak tanam dalam barisan. Lubangi mulsa sesuai dengan tanda tersebut.

Jarak tanam yang terlalu renggang (lebar) juga kurang menguntungkan karena jumlah tanaman menjadi lebih sedikit dan penggunaan lahan tidak optimal. Jarak tanam yang ideal dalam penanaman cabai adalah 50 cm x 60 cm dengan populasi 23.000-27.000 per Hektare. Jika lahan subur, sebaiknya digunakan jarak 70 cm x 60 cm dengan populasi 18.000-20.000 per Hektare. (ms/ry/rd)

Sebelumnya: Pemasangan Mulsa Plastik Hitam Perak

Selanjutnya: Waktu dan Cara Tanam

Selangkapnya: Panduan Budi Daya Cabai

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *