Pengapuran Tanah untuk Pertanaman Cabai

Foto: kompasiana.com

Pengapuran tanah dilakukan pada tanah yang memiliki pH <5,5. Derajat keasaman (pH) tanah yang ideal untuk penanaman cabai sekitar 5,5-6,8. Pengapuran bertujuan untuk menaikkan pH tanah agar sesuai dengan kebutuhan tanaman dan meningkatkan ketersediaan unsur hara tertentu, seperti fosfat, kalsium, dan magnesium. Selain itu, pengapuran berfungsi untuk mendorong aktivitas jasad renik tanah dalam proses nitrifikasi dan penguraian bahan organik tanah.

Kapur yang biasa digunakan dalam budi daya cabai yaitu kalsit atau kalsium karbonat (CaCO3) dan dolomit (CaMg(CO3)2). Kalsium karbonat mengandung 44% kalsium, dolomit mengandung 30,55% kalsium dan 19,5% magnesium. Adapun cara pengapuran tanah sebagai berikut.

  1. Ukur pH tanah menggunakan pH meter atau kertas lakmus. Ambil sampel tanah secara merata dari seluruh petak kebun.
  2. Taburkan secara merata kapur dolomit atau kapur pertanian sebanyak 100-125 g/tanaman di atas bedengan jika pH tanah kurang dari 5,5. Beri pupuk belerang 0,25 kg per lubang jika pH lebih dari 7. Aduk hingga rata kapur atau belerang dengan tanah. Biarkan selama 1-2 minggu.
  3. Tanah dengan pH 5,5-6,8 dapat langsung diberi pupuk dasar.

Ciri-ciri tanaman yang kelebihan kapur sebagai berikut.

  • Tanaman mengalami klorosis (daun menguning) akibat kekurangan zat besi. Pengapuran yang berlebihan dapat menurunkan kandungan zat besi (Fe) di dalam tanah. Kekurangan Fe menyebabkan pembentukan klorofil pada tanaman tidak dapat berlangsung dengan baik sehingga daun berwarna kuning.
  • Tanaman dapat mengalami keracunan akibat meningkatnya unsur seng (Zn), tembaga (Cu), dan mangan (Mn).
  • Terjadi kerontokan bunga dan buah akibat menurunnya kandungan fosfat (P) dan molibdenum (Mo) serta gangguan penyerapan boron (B).

Semoga bermanfaat. (ms/ry/rd)

 

Sumber: Buku “Budidaya Cabai Panen Setiap Hari”

Penulis: Prof. Dr. Ir. Muhamad Syukur, SP, MSi, Dr. Rahmi Yunianti, SP, MSi dan Rahmansyah Dermawan, SP, MSi

 

Sebelumnya: Pengolahan Tanah

Selanjutnya: Pemberian Pupuk Dasar

Selangkapnya: Panduan Budi Daya Cabai

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *