Pengajiran Tanaman Cabai

Foto: doc. www.infonawacita.com

Pengajiran adalah kegiatan memberikan penopang atau penguat agar tanaman dapat tegak dengan baik. Batang cabai tidak mampu menopang dahan, daun, dan buah yang cukup banyak. Ajir (turus) dapat berupa bambu yang dibelah berukuran lebar 5 cm, tebal 2 cm, dan panjang 120-200 cm, tergantung kesuburan tanaman. Ada dua macam sistem pengajiran tanaman cabai, yaitu ajir tegak dan ajir miring. Ajir yang dipasang tegak lurus sudah cukup memadai untuk menopang berdirinya tanaman. Ukuran ajir tegak adalah 120 cm, sedangkan ajir miring 200 cm.

Kegiatan pengajiran adalah sebagai berikut.

  1. Siapkan ajir atau turus untuk menopang tanaman cabai. Tancapkan ajir di tanah dekat batang tanaman sedalam 20-25 cm. Pasang ajir tegak pada setiap tanaman.
  2. Ikatkan batang yang berada di bawah cabang utama saat tanaman umur 10-15 HST (hari setelah tanam) dengan tali plastik pada lanjaran atau ajir. Ikatan harus longgar agar tidak mencekik tanaman dan membentuk angka 8 dengan ajir.
  3. Pasang ajir besar secara horizontal di setiap 3 ajir tegak. Ajir ini berperan untuk memperkokoh ajir tegak agar tanaman tidak mudah roboh.
  4. Saat tanaman berumur 30-40 HST, ikat tanaman di atas cabang utama dan ikat juga saat pembesaran buah, yaitu umur 50-60 HST. (ms/ry/rd)

 

Sebelumnya: Waktu dan Cara Tanam Cabai

Selanjutnya: Penyulaman Tanaman Cabai

Selangkapnya: Panduan Budi Daya Cabai

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *