Pemupukan Susulan dalam Budi Daya Cabai

Foto: doc. youtube.com

Pemupukan susulan perlu dilakukan agar ketersediaan unsur hara sesuai dengan kebutuhan dan stadia tanaman. Tanaman yang belum berbuah membutuhkan hara N lebih tinggi daripada P dan K. Sementara itu, tanaman berbuah membutuhkan hara P dan K lebih tinggi daripada N.

Kegiatan pemupukan susulan adalah sebagai berikut.

  • Lakukan pemupukan kocor menggunakan larutan NPK. Larutkan NPK 15 : 15 : 15 sebanyak 1-2 kg dalam 200 L air atau 1 drum. Kocorkan sebanyak 250 mL atau 1 gelas pada setiap rumpun tanaman. Pengocoran dapat menggunakan alat bantu corong panjang. Lakukan pengocoran setiap minggu.
  • Lakukan pemupukan menggunakan pupuk kandungan N tinggi pada fase vegetatif, baik melalui daun maupun akar. Semprotkan larutan pupuk daun, misalnya Gandasil D, Complesal, atau Vitablom dengan konsentrasi 2 g/L ke daun tanaman setiap 10 hari sampai tanaman berbunga. Berikan juga campuran pupuk NPK 15 : 15 : 15 dan SP-36 dengan perbandingan 2 : 1 sebanyak 8 g per tanaman atau 1 sendok makan di sekitar akar pada 30 HST (hari setelah tanam).
  • Lakukan pemupukan menggunakan pupuk kandungan P dan K tinggi pada fase generatif, baik melalui daun maupun akar. Semprotkan larutan pupuk daun, seperti Gandasil B, Complesal merah, Kemira merah, atau Growmore konsentrasi 2 g/L ke daun tanaman setiap 10 hari. Berikan juga campuran pupuk NPK 15 : 15 : 15, urea, SP-36, dan KCl dengan perbandingan 1 : 1 : 1 : 1 sebanyak 4 sendok makan per tanaman pada 50 HST di sekitar akar tanaman. (ms/ry/rd)

 

Sebelumnya: Pewiwilan (Perempelan) Tanaman Cabai

Selanjutnya: Pengairan dalam Budi Daya Cabai

Selangkapnya: Panduan Budi Daya Cabai

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *