Pemeliharaan Sumber Bibit untuk Mempertahankan Viabilitas Bibit

Pemeliharaan Sumber Bibit untuk Mempertahankan Viabilitas Bibit

Viabilitas (daya tumbuh) bibit yang tinggi merupakan syarat utama bibit bermutu. Oleh karena itu, pemeliharaan sumber bibit dengan mempertahankan viabilitas menjadi penting. Seperti pemeliharaan pohon induk sebagai sumber benih/bibit tanaman, pemeliharaan sumber bibit jamur menjadi penting bagi pengusaha bibit jamur. Pada penjelasan sebelumnya, bibit penjelas sangat menentukan kualitas bibit yang diturunkan sampai bibit sebar. Dari kenyataan bahwa subkultur murni bibit penjenis hanya dapat dilakukan beberapa kali sebelum terjadi penurunan sifat, padahal sumber bibit harus selalu tersedia terus menerus selama usaha pembibitan berlangsung. Oleh karena itu, diperlukan teknik pemeliharaan sumber bibit. Memang telah ada produk miselium dalam bentuk liofilik yang awet disimpan selama bertahun-tahun atau kultur murni pada agar miring siap beli. Akan tetapi, apabila tidak tersedia kultur dalam bentuk itu, digunakan teknik alami pemeliharaan sumber bibit.

Badan buah jamur sedang bertumbuh di salah satu kumbung P3JT Daqu Agrotechno, Ciloto, Cianjur

Badan buah jamur sedang bertumbuh di salah satu kumbung P3JT Daqu Agrotechno, Ciloto, Cianjur

Pemeliharaan sumber bibit yang sederhana adalah sesuai siklus hidup jamur tiram. Miselium kultur murni ditumbuhkan dalam media lignoselulosa, lalu ditumbuhkan menjadi badan buah, selanjutnya badan buah digunakan sebagai sumber pembuatan kultur murni kembali. Namun, karena jamur mempunyai siklus hidup yang pendek, berarti penanaman harus dilakukan terus menerus. Apabila satu siklus produksi jamur dari baglog bisa memproduksi badan buah jamur dalam jangka waktu antara 4-6 bulan, dalam satu tahun perlu 2-3 kali penggantian baglog. Oleh karena menyerupai proses produksi badan buah, pemeliharaan sumber bibit ini bisa sekaligus digunakan sebagai fasilitas uji coba atau percontohan produksi badan buah jamur untuk konsumen bibit. Bahkan, sekaligus produksi badan buah secara komersial. Walaupun tujuan utama sebenarnya adalah menyediakan badan buah segar setiap saat dibutuhkan sebagai bahan tanam untuk pembuatan kultur murni. Perlu diperhatikan, tempat penanaman sumber bibit tidak boleh dicampurkan antara spesies/varietas/tipe yang satu dengan yang lain sehingga antara jenis jamur tipe yang satu dengan jenis jamur tipe lain harus ditanam terpisah dengan lokasi berjarak tertentu atau dalam istilah pembibitan disebut isolasi jarak. (ss)

Anda berminat untuk mengikuti pelatihan budidaya jamur tiram? Silahkan hubungi 0822-9889-1144 untuk informasi lebih lanjut ?

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *