Pemeliharaan Pembibitan dalam Budi Daya Cabai

Pemeliharaan Pembibitan dalam Budi Daya Cabai

Pemeliharaan pembibitan meliputi penyiraman, pemupukan, dan pengendalian organisme pengganggu tanaman. Pemupukan bibit bermanfaat untuk menghasilkan bibit yang berkualitas. Pupuk yang digunakan yaitu pupuk daun (misalnya Gandasil D, Bayfolan, Hyponex, atau vitabloom) dan NPK (misalnya NPK Mutiara 16 : 16 : 16, NPK Phonska, atau NPK Pelangi).

Pengendalian organisme pengganggu tanaman sejak di pembibitan sangat penting. Organisme pengganggu yang sering menyerang bibit cabai adalah penyakit rebah kecambah, kutu daun, kutu thrips, dan tungau. Kutu daun, thrips, dan tungau merupakan vektor penyakit virus sehingga sangat perlu diwaspadai.

Cara Pemeliharaan Tanaman Cabai di Pembibitan

1. Lakukan penyiraman

Penyiraman secara rutin 1-2 kali per hari. Gunakan gembor agar media pembibitan tidak memadat.

2. Lakukan pemupukan dengan larutan NPK

Siramkan setiap minggu larutan NPK dengan konsentrasi 3 g/L yang dicampur dengan 1 g/L Gandasil D. Dapat pula menggunakan pupuk hidroponik AB mix 5 mL/L.

3. Waspadai penyakit rebah semai atau dumping off

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Phytium atau Rhizoctonia. Lakukan penyemprotan fungisida (Antracol atau Dithane) sesuai dengan dosis anjuran setiap 5 hari.

4. Waspadai serangan kutu daun, thrips, dan tungau

Semprotkan insektisida (misalnya Curacron atau Agrimex) dan akarisida (misalnya Harad atau Omite) sesuai dengan dosis anjuran setiap 5 hari.

5. Lakukan seleksi bibit saat bibit berdaun empat

Pilihlah bibit yang berbatang kokoh, daun dan batang berwarna hijau, serta sehat dan normal. Bibit inilah yang harus dirawat dengan baik sebelum dipindahkan ke lahan.

6. Lakukan pindah tanam

Bibit siap pindah ke lahan, jika sudah berumur 5-6 minggu di persemaian atau berdaun 6-8. Buka sungkup pembibitan 5 hari sebelum ditanam agar bibit dapat beradaptasi pada sinar matahari langsung. (ms/ry/rd)

 

Sumber: Buku “Budidaya Cabai Panen Setiap Hari”

Penulis: Prof. Dr. Ir. Muhamad Syukur, SP, MSi, Dr. Rahmi Yunianti, SP, MSi dan Rahmansyah Dermawan, SP, MSi

 

Sebelumnya: Penyemaian Benih

Selanjutnya: Pengolahan Tanah

Selangkapnya: Panduan Budi Daya Cabai

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *