Pemeliharaan Bibit Jamur Tiram

Pemeliharaan Bibit Jamur Tiram

Pemeliharaan bibit jamur tidak membutuhkan penanganan secara khusus. Hal yang perlu dilakukan adalah mengamati pertumbuhan bibit jamur tersebut.

1. Pemeliharaan Bibit Dasar, Bibit Pokok, dan Bibit Sebar

Pemeliharaan bibit, baik dalam kemasan botol maupun kemasan kantong plastik sangat mudah, hampir tidak perlu pemeliharaan khusus. Setelah bibit diinokulasi, lalu diinkubasikan pada kondisi gelap, tidak ada perlakuan khusus selama masa inkubasi. Bibit cukup dicek setiap hari untuk melihat miselium telah tumbuh atau belum. Setelah miselium tampak tumbuh, dapat segera dikemas untuk pengiriman supaya saat sampai kepada konsumen, miselium berada pada kondisi yang terbaik.

Bibit dalam kemasan botol

Bibit dalam kemasan botol

 

2. Pemeliharaan Bibit Semai

Pemeliharaan bibit semai di ruang inkubasi hanya didiamkan pada ruang gelap. Setiap hari diamati pertumbuhan miseliumnya dengan melihat beberapa sampel baglog. Pertumbuhan diamati dengan melihat tanda-tanda aktivitas pertumbuhan, seperti terbentuknya uap air yang mengembun pada plastik baglog, perubahan warna media pada bekas tempat bibit menjadi lebih terang, dan akhirnya tampak miselium berwarna putih yang tumbuh di sekitar tempat bibit. Pada hari ke- 2-3, setelah inokulasi seharusnya mulai ada tanda-tanda pertumbuhan miselium. Apabila belum, berarti miselium tumbuhnya lambat. (ss)

Bibit semai dalam baglog

Bibit semai dalam baglog

 

Anda berminat untuk mengikuti pelatihan budidaya jamur tiram? Silahkan hubungi 0822-9889-1144 untuk informasi lebih lanjut ?

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *