Pembuatan Rumah Pembibitan dalam Budi Daya Cabai

Persiapan bibit dilakukan sebelum penanaman di lahan atau pot. Persiapannya meliputi persiapan wadah pembibitan, penyemaian benih, hingga pemeliharaan bibit.

Langkah perbaikan kultur teknik budi daya cabai secara intensif untuk meningkatkan produksi maupun kualitas hasil di antaranya penggunaan benih unggul, pemilihan lokasi, persiapan lahan, penerapan teknologi mulsa plastik hitam perak (MPHP), pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit, panen dan penanganan pascapanen, serta cara-cara lain yang khas, seperti pemasangan turus dan perempelan tunas ataupun daun. Pemilihan benih cabai varietas unggul telah dibahas di bab sebelumnya. Bab ini akan membahas tuntas mengenai tahap-tahap persiapan sebelum penanaman di lahan, baik skala luas maupun sempit (pekarangan).

Pembuatan Rumah Pembibitan

Beragam bentuk rumah semai cabai. Dapat dipilih sesuai dengan keinginan petani.

Pembuatan rumah pembibitan bertujuan untuk melindungi bibit dari terpaan hujan dan sinar matahari berlebihan. Bahan yang digunakan adalah plastik, bambu, kayu, atau paranet. Rumah pembibitan dapat berupa sungkup dari kerangka bambu atau besi dan atap plastik transparan atau daun kelapa kering.

Rumah pembibitan dapat berupa sungkup plastik. Caranya, buatlah sungkup plastik transparan melengkung. Lebar sungkup adalah 1-1,25 m dan tingginya 80-100 cm. Usahakan bagian depan dan belakang sungkup dapat dibuka dan ditutup. Jika terlalu panas, buat pelindung menggunakan paranet.

Cara pembuatan rumah pembibitan adalah sebagai berikut.

  1. Siapkan plastik transparan, bambu (kayu) dan paranet.
  2. Buatlah penopang bambu dengan ketinggian bagian depan 1,75 m dan bagian belakang 1,25 m. Arahkan bangunan tersebut ke timur (bagian depan). Buat bangku dari bambu untuk meletakkan bibit dengan ukuran lebar 1 m, panjang 10 m, dan tinggi 75 cm, tergantung bibit. Tutup bagian atas dengan plastik transparan. Buat pelindung menggunakan paranet jika terlalu panas. Atap pembibitan dapat pula menggunakan daun kelapa kering. (ms/ry/rd)

 

Sumber: Buku “Budidaya Cabai Panen Setiap Hari”

Penulis: Prof. Dr. Ir. Muhamad Syukur, SP, MSi, Dr. Rahmi Yunianti, SP, MSi dan Rahmansyah Dermawan, SP, MSi

 

Sebelumnya: Persiapan Lahan Pembibitan

Selanjutnya: Persiapan Media Semai

Selangkapnya: Panduan Budi Daya Cabai

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *