Pembuatan Bibit Pokok (Bibit Stok), Bibit Sebar dan Bibit Semai

Bibit pokok dan bibit sebar dapat dibuat dengan menggunakan biji-bijian maupun bahan lignoselulosa.

1. Membuat Bibit Pokok dan Bibit Sebar pada Biji-bijian

Teknik pembuatan bibit pokok dan bibit sebar pada biji-bijian sama dengan membuat bibit dasar. Perbedaannya hanya pada sumber bibitnya, yaitu bukan kultur murni melainkan bibit dasar. Biji-bijian bisa menggunakan sorgum/cantel, jagung, biji milet, atau padi. Rebus biji-bijian dalam air sampai menyerap air (tidak sampai pecah). Ditiriskan dalam tambir untuk membuang kelebihan air. Campur dengan kapur (CaCO3) sebanyak 2% berat, masukan ke dalam botol atau kantong plastik polipropilen, lalu tutup dengan kapas dan kertas. Selanjutnya, disterilisasi menggunakan autoklaf pada suhu 121⁰C selama 30 menit. Setelah dingin, inokulasi dengan bibit pokok untuk membuat bibit sebar. Inokulan bibit sekitar 2%, lalu diinkubasikan di rak-rak inkubasi. Setelah miselium tumbuh merata di seluruh permukaan media (1-2 minggu tergantung jenis biji-bijian) maka bibit pokok siap digunakan untuk membuat bibit sebar dan bibit sebar siap disemaikan di dalam baglog.

Pertumbuhan bibit pada media cantel. Miselium baru mulai tumbuh (1), miselium tumbuh merata (2). miselium tumbuh sangat lebat (3), dan media tanam mulai menyusut (4)

Pertumbuhan bibit pada media cantel. Miselium baru mulai tumbuh (1), miselium tumbuh merata (2). miselium tumbuh sangat lebat (3), dan media tanam mulai menyusut (4)

2. Membuat Bibit Pokok dan Bibit Sebar pada Bahan Lignoselulosa

Tekniknya sama dengan membuat bibit dasar. Perbedaannya hanya sumber bibitnya bukan kultur murni, tetapi bibit dasar. Pilih bahan yang akan digunakan, jerami (potong 3-5 cm), sekam, atau kayu gergaji. Campur bahan lignoselulosa dengan bekatul 10%, kapur gamping 2%, gips 0,5%, dan SP-36 0,5%. Perbandingan berat bahan lignoselulosa : bekatul : kapur : gips : SP-36 = 100 : 10 : 2 : 0,5 : 0,5. Kelembapan campuran dibuat antara 60-70%. Campuran dimasukkan ke dalam botol saus atau kantong plastik polipropilen, lalu tutup dengan kapas dan kertas. Selanjutnya, sterilkan menggunakan autoklaf pada suhu 121⁰C selama 30 menit. Setelah dingin, inokulasi dengan bibit dasar untuk membuat bibit pokok atau inokulasi dengan bibit pokok untuk membuat bibit sebar. Inokulan bibit sekitar 2%. Selanjutnya, diinkubasikan di rak-rak inkubasi. Setelah miselium tumbuh merata di seluruh permukaan media (kira-kira 3-4 minggu tergantung bahan lignoselulosa), bibit pokok siap digunakan untuk membuat bibit sebar dan bibit sebar siap disemaikan di dalam baglog.

3. Pembuatan Bibit Semai

Membuat bibit semai sebenarnya merupakan langkah awal proses budidaya jamur. Bibit yang digunakan tidak lain adalah bibit sebar. Bibit yang paling baik untuk disemaikan pada baglog adalah bibit yang miseliumnya sudah tumbuh merata. Pada kondisi tersebut, bibit mempunyai daya tumbuh yang paling tinggi. Bibit yang miseliumnya sangat lebat masih bisa digunakan asalkan belum terbentuk primordia badan buah. Bibit yang sudah matang dan terkena cahaya biasanya sering muncul primordia badan buah. Bibit yang media tanamnya sudah mulai menyusut sebaiknya tidak digunakan karena pertumbuhannya telah menurun.

“Ciri-ciri fisik dari bibit semai yang baik untuk disemaikan dalam media tanam (log), yaitu setelah miselium memenuhi media, tetapi belum terlalu lebat dan volume media belum menyusut.” (ss)

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *