Pemberian Pupuk Dasar dalam Budi Daya Cabai

Foto: www.kompasiana.com

Pemberian pupuk dasar adalah pemberian pupuk organik atau pupuk kandang dan anorganik sebelum penanaman cabai. Pemberian pupuk kandang diperlukan untuk memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan jumlah organisme tanah yang berguna dalam proses penguraian bahan organik menjadi bahan yang tersedia bagi tanaman. Selain itu, pupuk kandang berguna menahan air dalam tanah. Walaupun demikian, pupuk kandang mempunyai kandungan hara yang relatif sedikit dibandingkan pupuk buatan (anorganik). Oleh karena itu, diperlukan juga pupuk buatan sebagai pupuk dasar, selain pupuk kandang.

Pupuk kandang yang dapat digunakan, di antaranya kotoran sapi, kotoran kerbau, kotoran kambing, kotoran ayam, kotoran kuda, kotoran itik, dan kotoran puyuh. Masing-masing pupuk kandang tersebut mempunyai hara yang berbeda-beda. Secara umum, pupuk kandang yang berasal dari ayam mempunyai hara lebih baik daripada domba, sapi, dan kuda.

Cara Pemberian Pupuk Dasar

1. Berikan pupuk kandang 1,5 kg per tanaman

Pupuk diberikan di lubang tanam atau disebar di bedengan atau kedua-duanya. Pemupukan di lubang tanam lebih efisien, tetapi memerlukan ketepatan tata letak berkaitan dengan pemasangan mulsa plastik. Oleh karena itu, lubang yang telah diberi pupuk kandang harus diberi tanda agar sesuai dengan lubang mulsa. Pupuk kandang dan tanah bedengan kemudian diaduk secara merata. Pemberian pupuk dapat dilakukan bersamaan dengan pengapuran. Selanjutnya, biarkan bedengan selama 1-2 minggu.

2. Campurkan pupuk NPK + Borat

Campurkan tiap 100 kg pupuk NPK dengan 1 kg Borat dan 1,5 kg Furadan. Berikan pupuk dasar tersebut sebanyak 200 g tiap meter persegi. Sebar dan aduk merata campuran tersebut di bedengan. Ratakan kembali bedengan sambil dirapikan. Selanjutnya, siram pupuk dengan air agar larut.

Pupuk kandang yang diberikan adalah pupuk kandang yang sudah terdekomposisi atau siap pakai. Cirinya adalah strukturnya remah, tidak basah, tetapi juga tidak terlalu kering, dan baunya tidak lagi tajam. Pupuk kandang yang belum selesai proses dekomposisinya kurang baik bagi pertumbuhan tanaman, bahkan dapat menyebabkan kematian tanaman.

Selain pupuk kandang, pupuk dasar yang diberikan adalah 650 kg/Hektare ZA, 250 kg/Hektare urea, 500 kg/Hektare TSP atau SP 36, 400 kg/Hektare KCl, dan 18 kg/Hektare Borat. Pupuk tunggal tersebut dicampur secara merata dan diaplikasikan pada bedengan yang telah dibuat. Selain pupuk tunggal, dapat diberikan pupuk majemuk NPK 15 : 15 : 15 sebanyak 70 kg/Hektare. (ms/ry/rd)

 

Sumber: Buku “Budidaya Cabai Panen Setiap Hari”

Penulis: Prof. Dr. Ir. Muhamad Syukur, SP, MSi, Dr. Rahmi Yunianti, SP, MSi dan Rahmansyah Dermawan, SP, MSi

 

Sebelumnya: Pengapuran Tanah

Selanjutnya: Pemasangan Mulsa Plastik Hitam Perak

Selangkapnya: Panduan Budi Daya Cabai

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *