Pemasangan Mulsa Plastik Hitam Perak

Foto: doc. SMKN 1 Karangtengah

Penggunaan mulsa sangat diperlukan dalam teknik budi daya cabai intensif. Mulsa yang digunakan berupa plastik hitam perak. Manfaat warna hitam plastik mulsa menekan pertumbuhan gulma, menjaga tanah tetap gembur, menjaga kestabilan suhu, dan kelembapan tanah. Adapun warna perak plastik mulsa memantulkan cahaya matahari sehingga mengurangi serangan hama apids, thrips, dan tungau, serta meningkatkan kualitas buah. Buah akan terhindar dari percikan air sehingga mengurangi serangan cendawan antraknosa. Pemantulan cahaya matahari juga akan menyempurnakan proses fotosintesis tanaman sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan hasil panen. Penggunaan mulsa juga mengurangi biaya pengendalian gulma, mencegah pemadatan tanah akibat curah hujan, mengurangi penguapan air, dan mencegah tercucinya pupuk oleh air.

Cara pemasangan mulsa plastik hitam perak (MPHP) adalah sebagai berikut.

  1. Siapkan mulsa plastik hitam perak. Kebutuhan mulsa adalah 12 rol per Hektare.
  2. Siapkan penjepit bambu berbentuk U dengan ukuran panjang 20-25 cm. Penjepit ini terbuat dari bambu segar yang dipukul bagian tengahnya. Siapkan juga bilah bambu dengan ukuran 1-1,2 m untuk digunakan di bagian ujung (depan dan belakang).
  3. Lakukan pemasangan mulsa pukul 11.00-14.00 agar diperoleh hasil yang baik dan mulsa tidak kendor. Pemasangan minimal dilakukan oleh 2 orang. Pemasangan mulsa dilakukan setelah pemberian pupuk dasar anorganik. Namun, terlebih dahulu tanah halus di atas bedengan diratakan. Selain itu, usahakan tidak ada kerikil atau benda kasar di atas bedengan karena dapat merobek mulsa. Letakkan mulsa di atas bedengan. Permukaan plastik yang berwarna hitam menghadap ke bawah, sedangkan permukaan plastik bagian perak menghadap ke atas.
  4. Tarik kedua ujung MPHP ke ujung bedengan dengan arah memanjang. Kuatkan dengan pasak bilah bambu berbentuk U yang ditancapkan di setiap sisi ujung bedengan. Tarik lembar MPHP ke bagian sisi kiri dan kanan bedengan hingga tampak rata menutup permukaan bedengan. Gunakan penjepit bambu berbentuk U yang ditancapkan di pinggir mulsa tiap jarak 50 cm sebagai penahan mulsa agar tidak mudah lepas ditiup angin.
  5. Biarkan bedengan yang telah ditutup MPHP selama 5 hari agar pupuk tidak membahayakan bibit cabai. Penyebabnya adalah adanya peningkatan kelembapan dan suhu tanah setelah pemasangan mulsa. Pupuk pun akan cepat terurai dan suhu tanah akan semakin tinggi. (ms/ry/rd)

 

Sumber: Buku “Budidaya Cabai Panen Setiap Hari”

Penulis: Prof. Dr. Ir. Muhamad Syukur, SP, MSi, Dr. Rahmi Yunianti, SP, MSi dan Rahmansyah Dermawan, SP, MSi

 

Sebelumnya: Pemberian Pupuk Dasar

Selanjutnya: Pengaturan Jarak Tanam

Selangkapnya: Panduan Budi Daya Cabai

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *