Peluang Usaha Pembibitan Jamur Tiram

Peluang Usaha Pembibitan Jamur Tiram

Dewasa ini, semakin banyak orang yang bergelut dalam budidaya jamur konsumsi, tidak terkecuali jamur tiram. Hal ini karena pangsa pasar jamur tiram yang semula hanya terbatas kalangan menengah ke atas telah merambah ke semua lapisan masyarakat. Hal ini tentu membuat permintaan bibit jamur tiram turut meningkat pesat. Dari segi lahan yang dibutuhkan, usaha pembibitan sangat menguntungkan karena selain harga bibit yang cukup tinggi, usaha dapat dilakukan di lahan yang tidak luas. Perputaran modal usaha juga relatif cepat karena pembuatan bibit hanya memerlukan waktu singkat. Peluang pasarnya masih terbuka lebar, baik untuk pasar lokal maupun nasional. Seperti diketahui bahwa pasar lokal bibit jamur masih terpusat di Jawa sehingga belum merata di semua lokasi. Di luar Jawa, jamur tiram baru diproduksi di daerah tertentu. Dari segi bisnis, usaha pembibitan jamur tiram cukup berprospek sehingga patut untuk dilirik, terlebih tenaga kerja dan sumber daya di Indonesia juga berlimpah.

Peluang pasar bibit jamur dapat diperkirakan berdasarkan permintaan produk jamur, kemudian dihitung menggunakan nilai biokonversi. Sebagai contoh, untuk memenuhi permintaan produk jamur nasional sebesar 1.000 ton per tahun maka hal pertama yang perlu dilihat adalah nilai BE (biological efficiency), yaitu angka yang menunjukkan besarnya biokonversi bahan lignoselulosa yang berubah menjadi badan buah jamur. Nilai BE jamur tiram putih yang ditanam pada kayu gergajian adalah sebesar 43-64%.

Berikut hitungan sederhananya. Anggap saja nilai BE jamur tiram yang dihasilkan 50%. Dapat diartikan bahwa hasil badan buah jamur tiram adalah 50% dari berat kering media tanam kayu gergajian. Dengan demikian, untuk memproduksi badan buah jamur sebanyak 1.000 ton diperlukan sebanyak 2.000 ton media tanam kayu gergaji. Sementara itu, bibit jamur tiram (bibit sebar) yang dibutuhkan untuk inokulasi media tanam dalam baglog minimal 2% berat dari media tanam. Dengan demikian, bibit sebar yang diperlukan untuk memproduksi 1.000 ton jamur segar per tahun adalah 2% dari 2.000 ton, yaitu minimal 40 ton bibit per tahun. Bibit jamur sebanyak itu, bila dikemas dalam botol berisi 50 g bibit bisa menghasilkan produk bibit sebanyak 800.000 botol bibit per tahun. Dengan asumsi bibit per botol dihargai sebesar Rp 6.000,00 maka nilai bibit sebesar Rp4,8 miliar per tahun. Bukankah perputaran uang dari usaha pembibitan jamur ini cukup menjanjikan ?

Peluang usaha pembibitan jamur sebenarnya semakiin gemilang bila melihat kondisi budidaya jamur di Indonesia masih terganjal banyak kendala (hasil panen rendah dengan nilai BE rendah), khususnya di level petani. Hal ini antara lain karena para petani masih minim penguasaan teknologi budidaya jamur atau masih dalam tahap belajar, belum menggunakan bibit berkualitas, atau lingkungan budidaya yang kurang sesuai. Dengan demikian, kebutuhan bibit jamur akan meningkat menjadi dua kali lipatnya (1,6 juta botol bibit senilai Rp 9,6 miliar per tahun). Namun, untuk perkiraan peluang usaha pembibitan, sebaiknya menggunakan kondisi normal seperti contoh perhitungan di atas. Contoh tersebut baru dihitung untuk kebutuhan bibit sebar, sementara penyediaan bibit semai dalam bentuk baglog yang siap untuk produksi badan buah tentu lebih besar lagi jumlahnya.

Usaha pembibitan jamur tiram juga minim risiko karena pengaturan faktor lingkungan lebih sederhana daripada pengaturan faktor lingkungan untuk produksi badan buah. Namun demikian, tetap dibutuhkan pengetahuan yang cakap bila ingin menggeluti usaha ini agar kualitas bibit tidak asal-asalan sehingga produk jamur yang dihasilkan bisa tinggi. Oleh karena itu, ada baiknya apabila pembibit jamur merupakan orang yang telah memiliki pengalaman dalam membudidayakan jamur sehingga penguasaan detail mengenai jamur tiram minimal telah dikuasai. (ss)

Anda berminat untuk mengikuti pelatihan budidaya jamur tiram? Silahkan hubungi 0822-9889-1144 untuk informasi lebih lanjut ?

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *