Pelatihan Budidaya Jamur Tiram Menguntungkan

CIANJUR, (DAT).- Tepatnya hari Sabtu dan Minggu (17-18 Maret 2018) DAQU Agrotechno  memberikan pelatihan budidaya jamur tiram kepada peserta yang bertempat di Pusat Pelatihan dan Pengembangan Jamur Tiram (P3JT) Daqu Agrotechno, Puncak, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Pelatihan budidaya jamur tiram merupakan pelatihan yang dirancang agar para peserta bisa belajar sekaligus praktek budidaya jamur tiram secara bertahap, sehingga peserta bisa membudidayakan jamur tiram dengan baik dan benar. Pelatihan ini dipandu langsung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten (lulusan Institut Pertanian Bogor dan praktisi jamur tiram yang sudah berpengalaman), Nanda Erlangga, S.P., M.M. (Manager Teknologi Pertanian Daqu Agrotechno Indonesia).

Pelatihan ini dilakukan selama 2 hari.  Hari pertama diisi dengan penyampaian materi dasar budidaya jamur tiram, pengemasan baglog, inokulasi, dasar pembibitan serta praktek langsung pembuatan media tanam jamur tiram(baglog), praktek inokulasi di lapangan, dan juga observasi kumbung). Pada saat penyampaian materi diisi juga dengan pemaparan mengenai analisa usaha jamur tiram untuk melihat potensi pasarnya (di awal penjelasan).

Hari kedua diisi dengan praktek langsung panen jamur, pembuatan PDA (F0) diselingi penjelasan mengenai cara pemilihan indukan, praktek pembuatan F1 dan F2, serta latihan inkubasi F0.

Secara umum, program ini bertujuan agar para peserta mampu memahami dan menguasai teknik budidaya jamur tiram, mulai dari mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan jamur tiram, mengetahui dan mempraktekkan secara langsung cara pembuatan media tanam, packing baglog, pembibitan, pembuatan kumbung, inokulasi, perawatan, dan penanganan pasca panen serta mengatahui potensi pasar jamur, serta analisa bisnis budidaya jamur tiram. Selain itu, peserta diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan dan menjadi mitra dari Daqu Agrotechno sebagai inti plasma.

Pelatihan kali ini tidak menginap di hotel (Sama seperti pelatihan sebelumnya), hal ini merupakan permintaan dari peserta. Pelatihan ini sangat fokus karena peserta hanya 1 orang, namun pemberian materi tidak kaku sehingga peserta pun merasa enjoy dan materi pun mudah dipahami oleh peserta. Peserta juga aktif mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Terjadi komunikasi 2 arah yang baik antara narasumber dan peserta pelatihan.

“Alhamdulilah, dengan ilmu yang diberikan selama dua hari ini, mudah”an bermanfaat buat bapak, sama-sama bermanfaat buat kita semua Pak!. Mohon maaf sudah merepotin, mohon maaf salah kata atau perbuatan kalau tidak enak, tidak disengaja. Tidak bermaksud untuk me…  Saya seneng, senengtutur Reza Feronia (Salah satu peserta Pelatihan Budidaya Jamur Tiram).  Beliau juga menambahkan, “ Yang Gak senengnya, suasananya enak banget buat tidur, anginnya yang bikin ngantuk hehe..”.

 Kebutuhan jamur ditengah-tengah masyarakat Di Jabodetabek khususnya,  terbilang masih melonjak tinggi, sekitar 13-15 ton perhari, dan harganya masih tetap stabil sekitar Rp. 6.500 – 10.000 (2009 – 2017) . Jadi dilihat dari potensi bisnis, jamur tiram dapat diperhitungkan” kata Nanda Erlangga, di sela-sela penyampaian materi dasar  pelatihan budidaya jamur tiram kepada peserta yang bertempat di Pusat Pelatihan dan Pengembangan Jamur Tiram (P3JT) Daqu Agrotechno, Puncak, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Berikut dokumentasi kegiatan pelatihan budidaya jamur tiram yang bertempat di Pusat Pelatihan dan Pengembangan Jamur Tiram (P3JT):

Penyampaian Materi Dasar Budidaya Jamur Tiram

Proses penyaringan serbuk gergaji sebelum packing baglog

Proses packing baglog

Pemasukan bibit ke baglog(inokulasi)

Mengupas Kentang untuk mendapatkan PDA (F0)

Proses pembuatan F0

Memetik langsung jamur tiram dikumbung P3JT Daqu Agrotechno.

Peserta memperlihatkan hasil budidaya Jamur tiram Daqu Agrotechno

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *