Pascapanen

Pascapanen meliputi sortasi, pembersihan, pengemasan, dan pengangkutan.

tomato_harvest_facility10-1024x682

1. Sortasi

Sortasi diperlukan apabila hasil panen akan dijual. Sortasi dilakukan berdasarkan keseragaman ukuran, kematangan buah, kesehatan, bentuk, dan kerusakan. Buah-buah bermutu akan dapat dipasarkan ke pasar luar negeri atau ke pasar swalayan. Sebaliknya, golongan buah yang kurang bermutu hanya dapat di pasarkan ke pasar tradisional.

Umumnya buah digolongkan menjadi tiga macam kelas mutu yaitu kelas ekstra, kelas I, dan kelas II. Kelas ekstra terdiri atas buah yang sehat, baik, serta bentuk dan warnanya menarik. Kelas ini mempunyai toleransi 5% (penyimpangan kondisi maksimal 5%). Kelas I mempunyai anggota yang kualitasnya hampir sama dengan kelas ekstra, tetapi toleransinya 10%. Buah yang berkualitas rendah digolongkan ke dalam kelas II.

Penggolongan buah dapat pula dilakukan berdasarkan tingkat kematangannya. Dengan penggolongan ini dapat ditentukan saat yang tepat untuk penjualan. Misalnya, buah yang sudah matang tetapi masih hijau dapat ditunda penjualannya. Penundaan tersebut dapat disebabkan karena perlunya buah tersebut dikirim ke tempat yang jauh, misalnya ke luar negeri. Namun, buah yang sudah matang harus cepat dijual sehingga alternatif pasarnya adalah yang terdekat. Meskipun demikian, ada buah yang memang dikonsumsi dalam keadaan matang tetapi masih hijau, seperti paprika. Ada masyarakat yang menyukai paprika hijau untuk campuran sayurannya.

vegetables-line-sorting-tomatoes

2. Pembersihan

Pembersihan dilakukan sebelum buah dikemas. Pembersihan ini bertujuan untuk membebaskan buah dari kotoran dan hama/penyakit. Sayuran yang dipanen dengan cara dicabut, dibersihkan dari kotoran dengan mencucinya menggunakan air bersih. Setelah itu, daun-daun yang kering atau kuning karena tua dihilangkan.

kemasan-vacuum-tomat

3. Pengemasan

Setelah disortir, hasil panen tersebut perlu dikemas. Pengemasan bertujuan untuk melindungi buah dari pengaruh lingkungan (sinar matahari dan kelembapan) serta kerusakan fisik (misalnya goresan). Selain itu, pengemasan juga dapat meningkatkan daya tarik konsumen terhadap produk yang dipasarkan.

Mengingat tujuan tersebut, kemasan dapat disebut baik bila memenuhi syarat: higienis, melindungi buah dari kerusakan, terbuat dari bahan yang kuat dan ringan, penampilannya menarik, serta murah dan mudah diperoleh.

clamshell_20-34-3100_1-pt-runrite-tomatoes

Pengemasan yang memenuhi syarat tersebut biasanya banyak digunakan untuk konsumsi pasar swalayan. Pengemasan yang banyak dipakai antara lain kantong plastik yang dilubangi atau plastik polietilen.

4. Pengangkutan

Pengangkutan hasil pertanian dari kebun sampai pasar melalui beberapa tahap yaitu pengangkutan dari kebun ke tempat sortasi dan dari tempat sortasi ke pasar. Selain menyangkut alat angkut, dalam pengangkutan tersebut juga melibatkan pemilihan wadah untuk tempat angkut.

Wadah berfungsi untuk memudahkan pengangkutan, baik dari kebun ke tempat sortasi atau dari tempat sortasi ke pasar. Untuk mengangkut hasil pertanian dibutuhkan tempat yang besar agar dapat terisi dengan banyak buah. Selain besar, tempat tersebut harus dapat menjaga buah dari goncangan atau benturan.

Wadah yang biasa dipergunakan untuk pengangkutan dapat terbuat dari plastik, bambu, atau kayu. Untuk menjaga buah dari benturan atau goncangan, wadah dilapisi dengan potongan kertas atau jerami yang bersih sebelum buah dimasukkan. Kemudian antara buah yang satu dengan yang lain diberi penyekat yang juga berupa potongan kertas atau jerami yang bersih.

Pengangkutan dapat dilakukan dengan menggunakan alat angkut darat, laut atau udara. Untuk memilih jenis angkutan tersebut, perlu mempertimbangkan jauh-dekatnya pasar, biaya, dan ketahanan buah yang diangkut.

Tempat yang jauh (luar pulau) hanya dapat dijangkau dengan angkutan laut dan udara. Untuk lokasi dalam satu pulau dapat dipilih angkutan darat atau udara. Biasanya semakin cepat komoditi itu sampai di tujuan, biaya angkutnya semakin mahal, misalnya biaya angkutan udara lebih mahal dari angkutan darat. Oleh karena itu, untuk komoditi yang tahan lama akan lebih hemat menggunakan angkutan darat. Namun, bila komoditi yang diangkut cepat busuk maka lebih efisien memilih angkutan udara. (hp/yhi)

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *