Panduan Hidroponik

whatsapp-image-2016-11-07-at-10-10-22

Saat ini, banyak orang beralih ke sistem bertanam yang tidak banyak menggunakan lahan luas karena lahan semakin sempit. Salah satu sistem yang cocok untuk mengatasi kelangkaan lahan adalah hidroponik. Hidroponik berasal dari kata hydro (air) dan ponos (kerja) yang berarti pengerjaan dengan air atau lebih luasnya bertanam tanpa tanah.

Hidroponik telah lama dikenal. Sekitar abad XV orang Aztek (Amerika) telah menggunakan cara ini. Kemudian tahun 1929, Gericke memulai percobaan hidroponik dengan media pasir. Mulai saat itulah hidroponik berkembang dan akhirnya dikenal sampai ke Indonesia. Hidroponik yang pertama dilakukan untuk tanaman hias, tetapi kemudian berkembang ke tanaman sayur dan buah.

Cara tanam secara hidroponik tidak hanya terbatas untuk hobiis saja, tetapi para pengusaha pun dapat menerjuninya. Memang modal yang digunakan untuk usaha hidroponik lebih besar dibandingkan usaha kebun biasa. Namun, keuntungan yang diperoleh juga lebih besar. Hal ini disebabkan produk yang dihasilkan oleh sistem hidroponik umumnya berkualitas lebih baik sehingga harga jualnya pun lebih tinggi.

Apakah Anda ingin memahami lebih jauh mengenai hidroponik serta ingin langsung mempraktekkannya ?

Berikut ini kami sajikan ulasan mengenai hidroponik. Semoga bermanfaat.

 

Pendahuluan

Dewasa ini, perkembangan industri semakin maju dengan pesat. Perkembangan tersebut banyak yang menggeser lahan pertanian, lebih-lebih di daerah sekitar perkotaan. Akibatnya, lahan pertanian semakin sempit. Di sisi lain, kebutuhan akan hasil pertanian semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Bagaimana jalan keluar untuk mengatasi kondisi tersebut ? salah satu jalan keluar yang dapat ditempuh adalah dengan meningkatkan produktivitas tanaman. dengan cara ini diharapkan dari lahan yang sempit, dapat dihasilkan produksi yang banyak. Salah satu caranya yaitu dengan hidroponik.

1 Mengapa Harus Hidroponik ? (klik selengkapnya)

2 Jenis Tanaman yang Dapat Dihidroponikkan (klik selengkapnya)

 

Hidroponik Sayuran untuk Usaha Komersial

A. Persiapan Umum

Seperti cara budidaya lain, budidaya secara hidroponik juga membutuhkan beberapa persiapan. Persiapan itu meliputi pemilihan lokasi, greenhouse, media, pot, dan sarana irigasi serta nutrien.

1 Pemilihan Lokasi Hidroponik (klik selengkapnya)

2 Greenhouse untuk Hidroponik (klik selengkapnya)

3 Media Hidroponik (klik selengkapnya)

4 Pot atau Wadah untuk Hidroponik (klik selengkapnya)

5 Sarana Irigasi untuk Hidroponik (klik selengkapnya)

6 Nutrien untuk Hidroponik (klik selengkapnya)

7 Jenis Sayuran Komersial yang Cocok Dihidroponikkan (klik selengkapnya)

B. Hidroponik Paprika, Tomat dan Mentimun

Paprika, tomat dan mentimun mempunyai cara hidroponik yang tidak jauh berbeda. Oleh karena itu, pembahasan ketiganya dijadikan satu.

1 Persemaian dan Pembibitan (klik selengkapnya)

2 Penanaman (klik selengkapnya)

3 Perawatan

C. Hidroponik Seledri, Sawi dan Selada

Sistem hidroponik untuk sayuran seledri, sawi dan selada mempunyai prinsip yang sama, hanya ada perbedaan sedikit di persemaian.

1 Persemaian (klik selengkapnya)

2 Penanaman (klik selengkapnya)

3 Perawatan (klik selengkapnya)

D. Hidroponik Bayam dan Kangkung (klik selengkapnya)

Bayam dan kangkung yang merupakan sayuran “rakyat” dapat juga dihidroponikkan. Memang jarang orang menghidroponikkan bayam dan kangkung untuk suatu usaha. Namun, bukan berarti tidak ada yang melakukannya. Usaha hidroponik bayam dan kangkung dapat dilakukan dengan lahan yang tak begitu luas. Dengan luasan sekitar 0,25 ha sudah menguntungkan, bila usaha ini dilakukan dengan cermat dan dijaga kualitasnya sehingga harga jual dapat menutupi biaya produksi.

E. Panen dan Pascapanen

1. Panen (klik selengkapnya)

2. Pascapanen (klik selengkapnya)

F. Pengendalian Hama dan Penyakit G Sayuran Hidroponik

Hama dan penyakit sangat mengganggu pertumbuhan tanaman sehingga dapat menurunkan kualitas hasil. Penanaman paprika, tomat, dan mentimun umumnya dilakukan di dalam greenhouse sehingga hama yang sering menyerang berupa kutu (hama berukuran keci). Sawi, selada, kangkung, dan bayam jarang ditanam di dalam greenhouse. Apabila menggunakan greenhouse juga hanya berupa greenhouse setengah tertutup (tanpa dinding) sehingga hamanya sama dengan yang umum menyerang tanaman tersebut.

1. Hama (klik selengkapnya)

2. Penyakit

Penyakit merupakan pengganggu tanaman yang bukan disebabkan oleh hewan/binatang, umunya penyakit ini disebabkan oleh jamur, bakteri, atau kekurangan unsur hara.

G. Analisis Usaha Tanaman Hidroponik

Walaupun biaya per satuannya lebih besar pengusahaan tanaman sayur hidroponik ternyata cukup menguntungkan. Bahkan, keuntungan yang diraih lebih banyak dibandingkan budidaya biasa di tanah… (selengkapnya)

 

Hidroponik Sayuran untuk Hobiis

A. Persiapan Hidroponik Sayuran untuk Hobiis (klik selengkapnya)

B. Hidroponik Tomat, Paprika, Cabai, dan Mentimun

Pada dasarnya cara penanaman hidroponik untuk hobiis sama dengan penanaman hidroponik untuk komersial, tetapi lebih sederhana. Oleh karena itu, uraian mengenai cara penanaman di sini hanya dijelaskan penekanannya saja. Penanaman tomat, paprika, cabai, dan mentimun untuk hobiis juga perlu penyemaian terlebih dahulu. Hal ini dilakukan karena bibitnya tidak dijual di toko saprotan, yang dijual hanya benihnya.

1. Persemaian dan Pembibitan Hidroponik Tomat, Paprika, Cabai, dan Mentimun untuk Hobiis (klik selengkapnya)

2. Penanaman Hidroponik Tomat, Paprika, Cabai, dan Mentimun untuk Hobiis (klik selengkapnya)

3. Perawatan Hidroponik Tomat, Paprika, Cabai, dan Mentimun untuk Hobiis (klik selengkapnya)

4. Panen Hidroponik Tomat, Paprika, Cabai, dan Mentimun untuk Hobiis (klik selengkapnya)