Panduan Budidaya Jamur Tiram

whatsapp-image-2016-11-07-at-10-26-03

Bisnis jamur dari hulu ke hilir sebenarnya banyak macamnya, tetapi sebagian orang memilih segmen yang dinilai paling mudah untuk dijalankan, apalagi sudah banyak contoh pengusaha yang telah sukses. Semakin pesatnya perkembangan usaha budidaya jamur, seharusnya perlu didukung dengan penyediaan bibit yang memadai. Oleh karena sifat bibit jamur yang berdaya simpan pendek dan perlu kondisi khusus, bibit jamur tidak dijual oleh toko-toko saprodi (sarana dan produksi) pertanian. Umumnya orang membeli bibit di pengusaha jamur sukses dengan ketentuan khusus atau di UPTD milik Pemerintah. Namun, masih sangat sedikit UPTD yang memproduksi massal bibit jamur. Sementara bibit unggul jamur yang dihasilkan oleh pemulia dan peneliti baik di balai penelitian maupun perguruan tinggi, perlu diproduksi massal terlebih dahulu untuk menjadi bibit yang siap ditanam oleh pembudidaya. Dengan kata lain, ada peluang usaha baru yaitu usaha membuat bibit.

Usaha budidaya jamur dapat dijadikan cara mengenal segala sesuatu tentang jamur itu sendiri maupun liku-liku bisnisnya secara mendetail. Setelah usaha budidaya berhasil, lalu dikembangkan untuk bisa membuat bibit sendiri agar usaha budidaya tidak terhenti hanya karena permasalahan bibit yang belum tersedia. Apabila sudah berhasil membuat bibit, maka tingkatkan kapasitas produksinya atau rintis usaha pembibitan. Orang akan yakin bibitnya baik dengan melihat produksi jamurnya. Dengan demikian, terbuka lagi peluang usaha lain yaitu dengan menjual bibit.

Dengan bertambahnya tingkat pendidikan serta pengetahuan yang sekarang mudah didapat dari berbagai sumber, pengenalan tentang jamur konsumsi pun bisa dilakukan dengan berbagai cara. Dengan kata lain, usaha pembibitan tidak harus dimulai dari usaha budidaya. Usaha pembibitan jamur bisa berjalan tanpa harus memiliki usaha budidaya sendiri.

Apakah Anda tertarik untuk menggeluti bisnis budidaya jamur tiram atau bahkan mulai dari pembibitannya ? Atau Anda sekadar ingin mempelajarinya saja ?

Berikut ini kami sajikan ulasan mengenai panduan budidaya jamur tiram. Semoga bermanfaat.

Jamur Tiram: Pengenalan dan Prospek Bisnisnya

Dewasa ini, semakin banyak orang yang bergelut dalam budidaya jamur konsumsi, tidak terkecuali jamur tiram. Hal ini karena pangsa pasar jamur tiram yang semula hanya terbatas kalangan menengah ke atas telah merambah ke semua lapisan masyarakat. Hal ini tentu membuat permintaan bibit jamur tiram turut meningkat pesat. Usaha pembibitan jamur tiram juga minim risiko karena pengaturan faktor lingkungan lebih sederhana daripada pengaturan faktor lingkungan untuk produksi badan buah. Namun demikian, tetap dibutuhkan pengetahuan yang cakap bila ingin menggeluti usaha ini agar kualitas bibit tidak asal-asalan sehingga produk jamur yang dihasilkan bisa tinggi.

1. Bisnis Jamur yang Menjanjikan (klik selengkapnya)

2. Jenis-jenis Jamur Tiram (klik selengkapnya)

3. Kandungan Gizi Jamur Tiram (klik selengkapnya)

4. Syarat Tumbuh Jamur Tiram (klik selengkapnya)

5. Peluang Usaha Pembibitan Jamur Tiram (klik selengkapnya)

 

Sekilas tentang Pertumbuhan Jamur Tiram

Pertumbuhan jamur tiram ditandai dengan munculnya kumpulan miselium berwarna putih yang merata di seluruh permukaan media tumbuhnya. Miselium jamur tiram dapat tumbuh di beberapa media, di antaranya media nutrien sintetik, media kultur cair dan media substrat. Berikut akan diuraikan mengenai pertumbuhan miselium di tiga media tersebut beserta faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhannya.

1. Pertumbuhan Miselium pada Media Sintetik (klik selengkapnya)

2. Pertumbuhan Miselium pada Kultur Cair (klik selengkapnya)

3. Pertumbuhan Miselium pada Substrat (Media Tanam) (klik selengkapnya)

4. Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan Miselium (klik selengkapnya)

5. Faktor-faktor yang Memengaruhi Perkembangan Badan Buah (klik selengkapnya)

 

Persiapan Usaha Pembibitan Jamur Tiram

Keberhasilan usaha pembibitan jamur tiram antara lain ditentukan dari persiapan usaha yang direncanakan dengan baik. Sebelum menjalankan usaha pembibitan jamur tiram, hal utama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan segala sesuatunya. Misalnya, menentukan lokasi pembibitan, merekrut pekerja terampil dan menyediakan peralatan yang memadai.

1. Lokasi Pembibitan Jamur Tiram (klik selengkapnya)

2. Mempersiapkan Tenaga Terampil (klik selengkapnya)

3. Menyiapkan Peralatan dan Bahan

Alur pembuatan bibit jamur tiram dengan teknik kultur pada media cair dan padat adalah membuat kultur murni sebagai bibit penjenis, memperbanyak kultur pada media cair, dan membuat bibit sebar pada media padat. Masing-masing tahapan tersebut membutuhkan peralatan dan bahan-bahan yang berbeda.

 

Pembuatan Bibit Jamur

Untuk mendapatkan bibit jamur yang berkualitas, bisa diperoleh dari bahan tanam unggul yang prosesnya terhindar dari kontaminan.

1. Kriteria Bibit Berkualitas (klik selengkapnya)

2. Pembuatan Kultur Murni Jamur

Pada teknik kerja aseptis, semua pekerjaan dilakukan menggunakan peralatan steril dan dikerjakan di tempat yang steril pula. Sebelum membuat kultur, perlu disiapkan media kultur terlebih dahulu.

3. Pembuatan Bibit Dasar (Bibit Induk)

Pembuatan bibit induk dapat dibuat menggunakan bahan biji-bijian atau lignoselulosa.

  • Membuat Bibit Induk dengan Bahan Biji-bijian
  • Membuat Bibit Dasar pada Bahan Lignoselulosa

4. Pembuatan Bibit Pokok (Bibit Stok) dan Bibit Sebar

Bibit pokok dan bibit sebar dapat dibuat dengan menggunakan biji-bijian maupun bahan lignoselulosa.

  • Membuat Bibit Pokok dan Bibit Sebar pada Biji-bijian
  • Membuat Bibit Pokok dan Bibit Sebar pada Bahan Lignoselulosa

5. Pembuatan Bibit Semai (klik selengkapnya)

 

Persiapan Bahan Baku Media Tanam (klik selengkapnya)

Bahan baku media tanam dapat diperoleh dari limbah yang mudah ditemui di lingkungan sekitar.

1. Bentuk Wadah Log Media Tanam (klik selengkapnya)

2. Membuat Baglog

Baglog merupakan media tanam yang dipadatkan dalam wadah kantong plastik sehingga seperti potongan log kayu. Plastik yang digunakan adalah polipropilen atau polietilen dengan ketebalan minimal 0,5 mm. Baglog merupakan wadah log yang paling umum digunakan terutama untuk produksi jamur skala kecil karena pembuatannya praktis, mudah diangkut, serta pemeliharaannya tidak harus di dalam kumbung jamur. Proses pembuatannya apabila menggunakan kayu gergaji sebagai berikut.

3. Menyemai (Menginokulasi) Bibit ke dalam Baglog (klik selengkapnya)

 

Pemeliharaan Kultur Murni dan Bibit Jamur Tiram

Agar diperoleh bibit jamur tiram yang berkualitas baik, dibutuhkan pengetahuan tentang teknik pemeliharaannya. keberhasilan usaha pembibitan ditandai dengan pertumbuhan miselium. Pertumbuhan miselium tersebut terjadi selama masa pemeliharaan yaitu setelah bibit diinokulasi di media tumbuhnya.

1. Pemeliharaan Kultur Murni (klik selengkapnya)

2. Pemeliharaan Bibit (klik selengkapnya)

3. Antisipasi dan Pengendalian Kontaminasi pada Bibit

Bibit jamur sangat mudah terkontaminasi sehingga menyebabkan penurunan kualitas jamur. Oleh karena itu, kebersihan alat, ruang maupun pekerja perlu diperhatikan dengan baik.

4. Pengontrolan Kualitas Bibit

Kontrol kualitas bibit sebaiknya dilakukan melalui pengawasan mutu oleh pihak yang berwenang sehingga terdapat jaminan dari bibit yang berkualitas.

5. Kegagalan yang Dapat Ditemui saat Pembibitan Jamur (klik selengkapnya)

 

Pemanenan, Pengemasan, dan Penyimpanan Bibit

“Pemanenan bibit, mulai dari kultur murni, bibit induk, bibit sebar, hingga bibit semai dapat dilakukan bila miselium sudah tumbuh merata pada media tumbuhnya.”

Seperti halnya usaha budidaya jamur tiram, proses akhir dari usaha pembibitan jamur tiram juga meliputi beberapa rangkaian kegiatan seperti pemanenan, pengemasan, dan penyimpanan.

1. Pemanenan Bibit (klik selengkapnya)

2. Penyimpanan Bibit

Teknik penyimpanan bibit perlu dipahami agar bibit terhindar dari kontaminan sehingga menghasilkan bibit yang berkualitas.

3. Pengemasan Bibit Jamur Siap Jual (klik selengkapnya)

 

Kiat Sukses Usaha Pembibitan Jamur Tiram

Suksesnya usaha pembibitan jamur tiram tergantung dari pengetahuan tentang jamur, pemasaran, serta hubungan dengan mitra bisnis. Sebelum benar-benar memulai usaha pembibitan jamur tiram, ada baiknya memahami kiat sukses dalam menjalankan usaha.

1. Miliki Pengetahuan dan Pengalaman Budidaya Jamur (klik selengkapnya)

2. Pahami Target Pasar Penjualan Bibit (klik selengkapnya)

3. Cari Mitra Kerja

Segala jenis usaha pasti mengandung risiko. Salah satu cara untuk meminimalisir risiko adalah dengan jalan mencari mitra kerja. Dengan bermitra, kita bisa berbagi modal, memperkuat daya tawar, memperluas strategi pemasaran, saling berbagi pengetahuan serta pengalaman, dan tentunya tidak menanggung risiko sendirian.

Selain itu, dengan kemitraan sekaligus akan terbentuk jalur distribusi pemasaran serta jaringan pemasaran. Namun, jangan asal dalam mencari mitra kerja, pilihlah yang memang sudah terpercaya dan dianggap satu visi dengan pemikiran kita. Dalam bermitra, kepercayaan merupakan modal utama yang harus selalu dijaga. Dalam usaha pembibitan jamur tiram, dikenal beberapa model kemitraan, yaitu sebagai berikut.

4. Kelola Manajemen Usaha Pembibitan dengan Baik (klik selengkapnya)