Pahami Target Pasar Penjualan Bibit

Pahami Target Pasar Penjualan Bibit

Target pasar dari usaha ini sudah cukup jelas, yaitu para pembudidaya jamur tiram, khususnya yang berskala rumah tangga. Ke depannya, selain pasar domestik, perlu juga dipelajari peluang untuk memasarkan bibit jamur tiram sampai ke mancanegara. Terlebih, usaha pembibitan jamur tiram bisa dipecah-pecah lagi menjadi beberapa lini usaha, yaitu mulai dari kultur murni hingga bibit semai. Dengan demikian, target pasarnya pun semakin luas.

Target Pasar Penjualan Bibit Semai dalam Bentuk Baglog

Target pasar penjualan masing-masing kelas bibit memang berbeda-beda. Target pasar untuk penjualan bibit semai adalah orang yang hanya memproduksi badan buah jamur, baik skala rumah tangga maupun skala yang lebih besar.

Sebagai gambaran, usaha bibit semai skala rumah tangga yang mempekerjakan 10 orang tenaga dengan pekerjaan dilakukan secara manual selama delapan jam kerja, menggunakan alat sederhana (tidak menggunakan alat mesin mekanis), mampu memproduksi bibit semai sebanyak 24.000 baglog per bulan atau 288.000 baglog per tahun. Target pasar dari usaha ini adalah produsen-produsen jamur, baik skala menengah maupun skala rumah tangga. Pendistribusian bibit semai yang dihasilkan bisa dilakukan dengan model berlangganan, misalnya pelanggan/konsumen yang meminta bibit semai pesanannya dikirim mingguan, bulanan, atau per tiga bulan. Dengan demikian, target penjualan pun dapat dihitung per satuan waktu pemesanan. Apabila permintaan meningkat, produksi baglog bisa disesuaikan, misalnya dengan melemburkan seluruh pekerja selama empat jam per hari sehingga produksi bibit bisa memenuhi permintaan.

Target Pasar Penjualan Bibit

Sebelum memproduksi bibit, pengusaha pembibitan perlu membuat perkiraan kebutuhan pasar bibit. Berdasarkan nilai BE jamur tiram, untuk memenuhi kebutuhan produksi jamur per 1.000 ton badan buah jamur per tahun, diperlukan 3.333,3 ton media tanam dalam kondisi lembap. Bibit sebar yang diperlukan sebanyak 2% media tanam, yaitu sebesar 66.666,667 kg. Bibit sebanyak ini dikemas dalam botol atau kantong plastik berisi 50 g menjadi 1.333.333 kemasan. Dengan demikian, diperkirakan kebutuhan bibit sebar untuk memproduksi jamur per 1.000 ton badan buah adalah 1.333.333 kemasan bibit per tahun.

Perhitungan untuk memperkirakan kebutuhan pasar bibit bisa dilanjutkan ke bibit pokok dan bibit dasar (bibit induk). Dengan asumsi kebutuhan sumber bibit sebanyak 2% dari media tanam dan menggunakan perhitungan yang sama, hasil perkiraan kebutuhan pasar untuk bibit pokok sebanyak 26.666 kemasan 50 g bibit pokok dan untuk bibit induk adalah sebanyak 533 kemasan 50 g bibit induk untuk memproduksi 1.000 ton badan buah jamur tiram per tahun.

Dilihat dari volume bibitnya, kebutuhan bibit yang terbesar adalah bibit sebar dan permintaan semakin menurun di level bibit dasar (bibit induk). Namun, proses pembuatan yang berurutan dari kultur murni sampai bibit sebar membuat semua kelompok bibit tersebut tetap selalu dibutuhkan. Oleh karena itu, tidak heran bila banyak pembuat bibit yang melakukan usaha pembibitannya mulai dari kultur murni atau dari bibit induk kemudian dipecah-pecah kembali menjadi beberapa kelas bibit yang disesuaikan dengan target pasarnya, yaitu mulai dari penangkar kelas bibit dasar sampai produsen jamur yang memproduksi badan buah jamur. (ss)

Anda berminat untuk mengikuti pelatihan budidaya jamur tiram? Silahkan hubungi 0822-9889-1144 untuk informasi lebih lanjut ?

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *