Nasi Dingin lebih Menyehatkan ?

Nasi Dingin lebih Menyehatkan ?

Selama ini, banyak orang yang matian-matian menjauhi ‘karbo’, karbohidrat dalam hal ini. Mereka beranggapan dengan mengasup karbohidrat dapat memicu peningkatan berat badan. Memang tidak ada salahnya dengan anggapan ini, pasalnya karbohidrat adalah sumber utama penghasil energi dibandingkan dengan lemak maupun protein. Namun tidak semua anggapan itu benar adanya karena serat-serat yang terkandung dalam karbohidrat memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.

Reputasi karbohidrat kian menurun dalam pandangan beberapa kalangan, hal ini diperparah dengan adanya beberapa jenis diet yang sangat membatasi konsumsi makanan sumber karbohidrat seperti Diet Dukan dan Diet Atkins. Padahal terlalu membatasi asupan karbohidrat juga berbahaya. Perlu diketahui bahwa ada beberapa jenis karbohidrat di antaranya karbohidrat sederhana (monosakarida), disakarida juga polisakarida. Jadi, tidak semua jenis karbohidrat dapat meningkatkan berat badan apabila diasup oleh tubuh.

Menurut Sian Porter, hal terpenting adalah jenis dan kuantitas dalam pola makan. Jumlah gula dalam keseharian perlu dikurangi (tidak berlebih) dan lebih baik memprioritaskan karbohidrat berserat. Serat yang terkandung dalam beberapa jenis makanan sumber karbohidrat memiliki banyak manfaat bagi tubuh, di antaranya dapat memperlancar defekasi (BAB) juga menunda rasa lapar karena serat cenderung lebih lama untuk dicerna. Sumber serat di antaranya gandum, serealia, sayur, serta buah.

Jenis-jenis karbohidrat tertentu seperti pasta, kentang rebus dan nasi putih akan menjadi lebih baik ketika didiamkan atau berada dalam kondisi dingin dibandingkan dalam kondisi panas atau hangat. Mengapa ? Karena jenis karbohidrat ini akan menjadi pati resisten yang lebih lama dicerna dibandingkan karbohidrat lain. Hal ini akan menunda rasa lapar dengan demikian dapat membantu mengontrol berat badan berlebih.

Prof. Paul Arciero, ahli Ilmu Kesehatan dan Olahraga dari Skidmore College, New York, melakukan studi untuk meneliti pati resisten sebagai makanan sehat untuk mereka yang mengalami diabetes tipe 2. Menurutnya, setelah kita mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, tubuh akan dapat membakar persentase lemak lebih banyak sebagai sumber energi. Apabila pati resisten dikombinasikan dengan telur rebus, protein whey, ayam, yogurt, hal ini sangat bagus.

Selain itu, sumber karbohidrat dari biji-bijian utuh kaya akan serat dan terbukti dapat mencegah penyakit seperti jantung dan kanker usus besar.

Semoga bermanfaat. (rm)

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *