Morfologi Mentimun

Morfologi Mentimun

Tanaman mentimun memiliki akar tunggang yang tumbuh ke -bawah pada kedalaman 30-60 cm dan memiliki rambut-rambut akar.  Oleh karena itu tanaman mentimun peka terhadap kekurangan dan kelebihan air.  Perakaran mentimun sangat berperan penting dalam penyerapan unsur hara dan air dari dalam tanah.

Batang tanaman mentimun berwarna hijau, lunak, berbulu dan panjangnya bisa mencapai 1,5 meter. Mentimun mempunyai sulur berbentuk spiral yang keluar dari sisi tangkai daun.  Sulur mentimuhn adalah batang yang termodifikasi dan ujungnya peka sentuhan.  Bila sulur menyentuh galah dalam waktu 14 jam sulur akan melekat kuat pada galah/ajir (Sumarjono, 2007).

Daun mentimun berbentuk bulat lebar dengan bagian ujung meruncing sehingga menyerupai bentuk jantung.  Bagian tepi daun berlekuk menjari dan dangkal, berwarna hijau muda sampai hijau tua.  Kedudukan daun pada batang tanaman berselang seling antara satu daun dengan daun diatasnya.

Bunga mentimun berwarna kuning dan berbentuk terompet.  Tanaman mentimun berumah satu, artinya bunga jantan dan bunga betina terpisah tetapi masih dalam satu pohon.  Bunga betina mempunyai bakal buah berbentuk lonjong dan membengkak yang terletak dibawah mahkota bunganya, sedangkan bunga jantan tidak terdapat bakal buah.

Buah mentimun yang masih muda memiliki warna kulit bervariasi.  Diantaranya berwarna hijau, hijau gelap, hijau muda, hijau keputihan sampai putih, tergantung varietasnya.  Demikian pula panjang dan diameter buahnya bervariasi antara 12-25 cm dengan diameter antara 2-5 cm tergantung varietasnya (Sumpeno, 2001).

Biji mentimun berwarna putih hingga putih kekuningan, berbentuk oval dan pipih.  Biji mentimun diselaputi oleh lendir dan saling melekat, tersusun rapi, dan jumlahnya banyak.  Biji – biji ini dapat digunakan sebagai benih (Cahyono, 2003). (W/BS).

 

Sumber : Buku “BERTANAM MENTIMUN Dimusim Kemarau & Musim Hujan”

Penulis  : Warsana, SP., M.Si dan Ir. Budi Samadi

 

Artikel Sebelumnya        : Mengenal Mentimun

Artikel Selengkapnya     : Bertanam Mentimun

 

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *